BATAM, CN 4 Oktober 2026 – Gereja Tuhan di Indonesia atau GTDI Wilayah Kepulauan Riau sukses menggelar Musyawarah Wilayah II di Batam pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Agenda penting dalam persidangan ini adalah pemilihan dan pentahbisan pengurus baru masa bakti 2026 sampai 2030.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah dan seremonial pembukaan yang berlangsung khidmat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban serta serah terima kepengurusan dari pemimpin periode sebelumnya kepada pimpinan sidang guna kelancaran proses pemilihan.
Melalui hasil sidang musyawarah yang berjalan lancar, Pendeta Suarman Lase secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026 sampai 2030. Pemilihan ini menetapkan beliau sebagai calon tunggal berdasarkan usulan dari para pendeta dan pelayan yang hadir.
Prosesi pentahbisan pengurus terpilih dipimpin langsung oleh Ketua Nasional GTDI, Bishop Dody Togatorop.
Dalam sambutannya, Pendeta Suarman Lase menyampaikan bahwa estafet kepemimpinan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dari kepengurusan terdahulu di bawah kepemimpinan Pendeta Yasozatulo Larosa serta para perintis gereja di wilayah Kepulauan Riau. Beliau menegaskan bahwa pelayanan ke depan mengusung prinsip kebersamaan dan pengorbanan demi kemajuan umat.
Mengusung tema Muswil Kembali kepada Salib Kristus, Pendeta Suarman menjabarkan poin penting bagi jajaran pengurus baru. Poin pertama adalah rekonsiliasi, yaitu panggilan untuk aktif menghadirkan kedamaian, dimulai dari diri sendiri hingga di antara sesama rekan sekerja Allah dalam lingkungan GTDI Kepulauan Riau. Poin kedua adalah pengorbanan, di mana pelayanan dipandang bukan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi, melainkan wujud persembahan terbaik bagi Tuhan melalui tanggung jawab organisasi.
GTDI sendiri merupakan sinode yang berdiri sejak tahun 2004 di Batam melalui perintisan Almarhum Bishop Peringatan Zebua. Hingga pelaksanaan Muswil II ini, pelayanan GTDI telah berkembang mencakup 21 gereja lokal yang tersebar di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau serta satu gereja di Provinsi Riau daratan. Pertumbuhan kuantitas ini diharapkan dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaat.
Reporter CN -Pilip
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










