BREBES, 19 Oktober 2026 – Tren pengentasan kemiskinan di Kabupaten Brebes terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 26 ribu jiwa di Kabupaten Brebes berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam kurun waktu satu tahun.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menjelaskan bahwa jumlah masyarakat miskin pada Maret 2024 lalu tercatat sebanyak 283 ribu jiwa atau 15,60 persen dari total populasi. Melalui berbagai program penanganan, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 257 ribu jiwa atau 14,15 persen dari total 2,09 juta penduduk pada Maret 2025.
Adapun rerata garis kemiskinan tercatat pada tingkat pengeluaran Rp 563.762 per orang per bulan, kata Paramitha.
Selain kemiskinan makro, porsi kemiskinan ekstrem di Brebes juga mengalami penurunan dari 0,75 persen pada 2024 menjadi 0,39 persen pada 2025. Kendati mengalami penurunan, persentase 14,15 persen tersebut diakui masih menempatkan Brebes pada jajaran wilayah dengan tingkat kemiskinan yang memerlukan perhatian khusus di Jawa Tengah. Oleh karena itu, langkah intervensi sosial terus diperkuat.
Guna mempercepat efektivitas program, Pemerintah Kabupaten Brebes mengoptimalkan empat intervensi prioritas yang bersumber dari APBD, yaitu:
Program Wareg Sedoyo berupa penyaluran paket sembako dalam empat tahap yang disasarkan kepada 14.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum terjangkau bantuan pemerintah pusat.
Jaminan Kesehatan Daerah berupa pembiayaan penuh iuran BPJS Kesehatan APBD bagi 87.362 warga miskin setiap bulan.
Layanan Kesehatan Door-to-Door melalui pemeriksaan kesehatan secara langsung ke pemukiman warga oleh tenaga kesehatan, yang kini telah menjangkau 61.664 jiwa dari target 75.000 sasaran.
Renovasi RTLH APBD berupa perbaikan 468 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026, termasuk 77 unit yang dialokasikan bagi korban bencana alam.
Di samping penguatan anggaran daerah, Pemkab Brebes juga menyelaraskan pelaksanaan program dengan Bantuan Sosial Nasional dan instansi pusat, di antaranya:
Gerakan Siap Lulus PKH berupa pendampingan mandiri untuk mendorong graduasi bagi 3.150 KPM.
Bedah Rumah Kementerian PKP berupa alokasi perbaikan 1.545 unit RTLH pada tahun 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Fasilitas Pendidikan berupa penyelenggaraan Sekolah Rakyat berasrama secara gratis di Kecamatan Larangan yang menampung 207 anak.
Bantuan Sosial Nasional berupa penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 106.537 keluarga dan program Bantuan Sembako untuk 197.094 keluarga.
Langkah terpadu ini kami harapkan mampu memastikan intervensi sosial terdistribusi tepat sasaran dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Brebes, pungkas Paramitha.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










