TORAJA UTARA – 5 Januari 2026– Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Aktivitas ini disinyalir melibatkan truk tangki industri berkapasitas besar yang mengangkut solar subsidi untuk dijual ke sektor industri di wilayah Morowali, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, truk tangki berkapasitas sekitar 24.000 liter terpantau melintasi Jalan Trans Sulawesi, poros Bolu–Tallunglipu pada jam-jam tertentu. Truk tersebut diduga mengumpulkan pasokan dari sejumlah titik penampungan ilegal yang tersebar di Toraja Utara.
Kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Toraja Utara dikeluhkan oleh para pengguna jalan, terutama sopir angkutan lintas kabupaten. Alex, seorang sopir travel rute Makassar, mengungkapkan bahwa antrean panjang sering kali tidak membuahkan hasil karena stok solar cepat habis.
“Tadi malam, sekitar pukul 02.00 WITA (04/01), saya melihat truk tangki industri berwarna biru polos melintas dengan muatan berat. Kapasitasnya sekitar 24.000 liter. Sayangnya, nama perusahaan dan nomor polisinya tidak terlihat jelas karena kondisi gelap,” ujar Alex saat ditemui pada Minggu dini hari.
Ia menduga kuat bahwa operasional truk tangki industri pada dini hari tersebut berkaitan erat dengan kosongnya stok solar bersubsidi di SPBU setempat. “Kami yang butuh untuk kerja justru sering tidak kebagian,” tambahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para oknum pengumpul (pelansir) diduga mengumpulkan solar dari SPBU sedikit demi sedikit hingga mencapai ribuan liter per minggu. Setelah stok terkumpul di gudang penampungan, truk tangki industri akan datang menjemput muatan tersebut satu kali dalam sepekan untuk dibawa keluar daerah.
Beberapa titik yang diduga kuat menjadi lokasi penampungan tersebar di wilayah:
– Kecamatan Tondon dan Singki
– Wilayah Bolu dan Tallunglipu
– Bua Tallulolo, Kecamatan Kesu.
Berulangnya praktik ini memicu desakan agar aparat penegak hukum bertindak tegas. Warga dan pengguna jalan berharap Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, khususnya Ditreskrimsus, melakukan investigasi mendalam ke titik-titik penampungan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Polres Toraja Utara maupun pihak terkait mengenai langkah pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut. Redaksi menjamin ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang terkait dengan informasi ini.
(Tim Redaksi)
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










