INTAN JAYA, PAPUA TENGAH – 09 Januari 2026 – Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya menjadi perhatian serius setelah terjadinya ketegangan antara masyarakat Suku Belau dan Suku Sondegau. Sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya perang suku yang lebih luas, prosesi perdamaian secara adat dan mediasi mulai dilaksanakan pada Jumat (9/1).
Ketegangan ini bermula dari insiden pemanahan yang dilakukan oleh oknum warga Suku Sondegau terhadap warga Suku Belau. Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak Suku Belau, yang kemudian memicu kemarahan dan tuntutan pertanggungjawaban dari keluarga besar korban.
Poin-Poin Upaya Perdamaian:
– Mediasi Adat: Tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah setempat tengah memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak untuk meredam emosi massa.
– Tuntutan Keadilan: Pihak Suku Belau secara resmi menuntut pertanggungjawaban dari pihak Suku Sondegau sesuai dengan hukum adat yang berlaku untuk mengganti kerugian dan memulihkan martabat keluarga korban.
– Komitmen Gencatan Senjata: Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak diharapkan sepakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan (perang suku) demi keselamatan masyarakat sipil di Intan Jaya.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, baik Suku Belau maupun Sondegau, agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Fokus utama kita saat ini adalah menyelesaikan masalah ini secara bermartabat melalui jalur perdamaian adat agar tidak ada lagi nyawa yang melayang,” ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat di Intan Jaya.
Hingga saat ini, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan proses perdamaian berjalan lancar dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Publisher -Red
Reporter CN -Martin-Jhon Ethan
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










