KEBUMEN – 8 Februari 2026- Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kebumen menekankan pentingnya peran pers sebagai navigator arah kebijakan daerah. Pers ditegaskan tidak boleh hanya menjadi instrumen seremonial atau sekadar “pengeras suara” bagi kepentingan elite tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PSI Kebumen dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dihadiri oleh jajaran struktural DPD dan seluruh pengurus DPC se-Kabupaten Kebumen di Kantor DPD PSI Kebumen, Jalan Nasional III, Purwodeso, Sruweng, Minggu (8/2).
Di tengah gempuran algoritma media sosial yang sering menciptakan echo chamber (ruang gema), PSI Kebumen menilai kehadiran jurnalisme yang terverifikasi dan kredibel menjadi jauh lebih krusial bagi kesehatan demokrasi lokal.
“Politik tanpa pers yang kritis itu ibarat mengemudi tanpa GPS. Kita bisa merasa sudah berada di jalur yang benar, padahal mungkin sedang menuju jurang kebijakan. PSI Kebumen memandang pers bukan sebagai lawan, melainkan mitra tanding ide agar demokrasi di Kebumen tetap sehat dan waras,” tegas Ketua DPD PSI Kebumen.
Dalam kesempatan tersebut, PSI Kebumen menyoroti tiga agenda besar untuk memperkuat ekosistem media lokal di Kabupaten Kebumen:
– Benteng Informasi Terverifikasi: Mendorong pers lokal menjadi garda terdepan dalam menyaring hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah warga.
– Transparansi dan Pengawasan Anggaran: Mengharapkan pers lebih tajam dalam mengawal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat.
– Inkubator Narasi Anak Muda: Mengajak media lokal memberikan ruang lebih luas bagi gagasan kreatif dan solusi inovatif dari generasi muda Kebumen.
Menutup arahannya, Ketua DPD PSI Kebumen menyatakan bahwa partainya sangat terbuka terhadap kritik dari insan pers. Ia menekankan bahwa sikap antikritik adalah hambatan nyata bagi kemajuan sebuah daerah.
“Kami ingin pers di Kebumen tetap ‘berisik’. Jangan diam jika melihat ada yang tidak beres. Justru suara kritis dari pers itulah yang menyelamatkan uang rakyat dan menjaga amanah kekuasaan,” pungkasnya dengan nada optimis.
Peringatan HPN 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di Kebumen untuk terus menjamin kebebasan pers serta memperhatikan kesejahteraan para jurnalis yang bertugas di lapangan.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













