KEBUMEN, JAWA TENGAH – Jaringan Gusdurian Kebumen menggelar peringatan Haul ke-16 Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan tema Menghidupkan Spirit Gus Dur untuk Memperkuat Masyarakat Sipil, Sabtu (7/2/2026), di Joglo Rumah Inklusif, Kebumen.
Kegiatan tersebut menghadirkan Inaya Wahid, putri Gus Dur, sebagai narasumber. Acara berlangsung hangat dan inklusif dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat lintas latar belakang, mulai dari tokoh agama, perwakilan Gereja Katolik, ibu-ibu Muslimat, mahasiswa, hingga pegiat masyarakat sipil.
Pemilik Rumah Inklusif, Ahmad Murtajib, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan haul Gus Dur menjadi ruang penting untuk merawat nilai toleransi, kemanusiaan, dan demokrasi di tengah masyarakat.
Meski dipersiapkan dengan panitia terbatas, Ketua Panitia, Nurul Hanivah, menegaskan kegiatan tetap berjalan optimal berkat semangat gotong royong anggota Gusdurian dan para tamu undangan.
Acara dibuka dengan penyerahan sertifikat kepada Ahmad Murtajib dan Ari Suroso. Suasana semakin cair ketika Ari Suroso menyerahkan sertifikat dengan gaya kelakar yang disambut tawa peserta.
Pesan Inaya Wahid
Dalam orasinya, Inaya Wahid menekankan bahwa kekuatan demokrasi terletak pada masyarakat sipil. Ia menilai kebebasan berpendapat di Indonesia harus terus dijaga, terutama dari sudut pandang masyarakat di daerah.
โKalau negara benar-benar demokratis, yang paling kuat adalah masyarakat sipil. Jangan hanya suara dari pusat, masyarakat desa justru paling tahu keresahan yang terjadi di lingkungannya,โ ujar Inaya.
Ia juga menyoroti pentingnya inklusivitas sebagaimana dicontohkan Gus Dur. Kehadiran berbagai kelompok lintas iman dalam satu ruang, menurutnya, merupakan wujud nyata spirit Gus Dur yang harus terus dihidupkan.
Diskusi dan Keresahan Publik
Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan keresahan terkait kebebasan berekspresi, termasuk ancaman UU ITE dan fenomena pembungkaman kritik. Menanggapi hal tersebut, Inaya mengajak masyarakat sipil untuk memperkuat perlindungan melalui organisasi.
โPerjuangan jangan dilakukan sendiri. Kita harus tahu apa yang kita perjuangkan meskipun risikonya besar,โ tegasnya.
Diskusi juga menyinggung program bantuan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Bantuan Sosial PKH. Inaya menilai program tersebut perlu dikawal secara kritis agar tidak terjadi penyelewengan.
โBansos itu berasal dari uang rakyat. Maka masyarakat berhak mengawasi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,โ pungkasnya.
Peringatan Haul ke-16 Gus Dur ini diharapkan menjadi penguat komitmen masyarakat Kebumen untuk terus menjaga nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keberagaman.
Publisher -Red
Reporter CN -L.W
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













