ACEH SINGKIL –13 Januari 2026- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi tumpuan perbaikan gizi nasional, justru menyisakan pilu di Kabupaten Aceh Singkil. Sebanyak 31 orang di Pondok Pesantren Darul Musthofa, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat diduga keracunan massal setelah mengonsumsi sajian dari dapur program tersebut, Kamis (13/2).
Data di lapangan menunjukkan 20 santri putri, 10 santri putra, dan seorang ustadz mengalami gejala klinis serupa secara bersamaan. Berdasarkan bukti rekaman video yang beredar, kondisi dapur pengolahan makanan MBG kini menjadi sorotan tajam sebagai titik sentral sumber masalah.
Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan pelaksana program MBG. Bagaimana mungkin makanan yang diproduksi secara massal untuk anak-anak sekolah dan santri bisa lolos tanpa pengawasan kualitas yang ketat?
Dugaan kelalaian fatal pada aspek higienitas di dapur pengolahan tidak bisa ditoleransi. Fakta bahwa puluhan orang tumbang dalam waktu singkat adalah bukti nyata adanya kegagalan sistem kontrol kualitas (Quality Control). Pemerintah daerah tidak boleh berdalih dengan kata “insiden”, karena dalam urusan nyawa, setiap gram makanan yang disajikan adalah tanggung jawab penuh penyelenggara.
Sorotan tajam tertuju pada standar operasional dapur MBG yang bersangkutan. Pengawasan terhadap bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi tampak longgar dan mengabaikan keselamatan konsumen. Redaksi menilai bahwa insiden ini mencerminkan adanya ketidaksiapan atau bahkan sikap meremehkan prosedur keamanan pangan oleh pihak-pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, melalui dinas terkait, telah gagal memastikan bahwa program nasional ini berjalan dengan aman di wilayahnya. Pembiaran terhadap lemahnya pengawasan dapur MBG adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan keselamatan para santri.
Untuk Diketahui:
– Presiden Republik Indonesia (Tim Percepatan Program Makan Bergizi Gratis)
– Menteri Kesehatan Republik Indonesia
– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
– Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat
“Melalui rilis ini, Redaksi mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengevaluasi total pelaksanaan program MBG di Kabupaten Aceh Singkil. Insiden di Pesantren Darul Musthofa adalah alarm keras bahwa pengawasan di tingkat daerah masih sangat lemah dan membahayakan nyawa generasi muda. Kami meminta tindakan tegas bagi oknum dan penyedia jasa yang lalai!”
Pihak Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi pengelola dapur MBG dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terkait langkah konkret pertanggungjawaban mereka atas musibah ini. Investigasi mandiri akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta di balik “sajian beracun” ini.
Publisher -Red
Reporter CN -Mustafa
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










