ACEH SINGKIL – 13 Februari 2026– Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Singkil (AMPAS) melayangkan kritik pedas terhadap kinerja pengawas Badan Gizi Nasional (BGN) di Aceh Singkil. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi kesehatan siswa, kini justru menuai sorotan tajam setelah munculnya dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah pelajar.
Sekretaris Jenderal AMPAS, Budi Harjo, menegaskan bahwa insiden ini adalah potret nyata bobroknya fungsi kontrol di lapangan. Ia menuding pihak pengawas BGN melakukan pembiaran terhadap dapur-dapur penyedia makanan yang diduga kuat belum mengantongi izin resmi namun nekat beroperasi.
Budi menilai, pengawasan yang dilakukan selama ini terkesan hanya formalitas “tanda tangan” di atas meja tanpa meninjau kelayakan dapur secara faktual.
“Kami mencium aroma pembiaran yang sangat menyengat. Bagaimana mungkin dapur yang tidak berizin dan belum terverifikasi standar higienitasnya dibiarkan memasok makanan untuk anak-anak kita? Ini bukan sekadar kelalaian teknis, ini adalah kecerobohan fatal yang mempertaruhkan nyawa,” tegas Budi Harjo dalam keterangan resminya, Jumat (13/2).
Ia menambahkan, pengawas BGN seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan standar keamanan pangan terpenuhi 100% sebelum satu porsi pun didistribusikan.
“Jangan hanya muncul saat seremoni atau bagi-bagi nasi. Pengawas itu digaji untuk memastikan keamanan, bukan untuk menjadi penonton saat anak-anak kita tumbang karena dugaan keracunan,” cetusnya lagi.
Menyikapi kondisi darurat ini, AMPAS menuntut langkah konkret dari pemerintah pusat dan daerah:
– Hentikan Total Operasional: Menutup sementara seluruh dapur MBG di Aceh Singkil yang tidak memiliki izin operasional sah.
– Audit Investigatif: Melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh vendor penyedia MBG, baik dari sisi legalitas maupun standar sanitasi.
– Copot Pengawas Lalai: Mendesak BGN Pusat mengevaluasi dan mencopot oknum pengawas di Aceh Singkil yang terbukti abai dalam menjalankan fungsi kontrol.
– Transparansi Hasil Lab: Meminta hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan dibuka ke publik secara transparan guna menghindari spekulasi liar.
“Jika pengawasan dijalankan dengan benar, insiden memilukan ini tidak akan terjadi. Kami memperingatkan BGN: nyawa anak-anak Aceh Singkil bukan kelinci percobaan untuk mengejar target program,” ujar Budi dengan nada tinggi.
AMPAS juga mengingatkan bahwa jika ditemukan unsur kesengajaan dalam operasional dapur tak berizin, maka pihak pengawas bisa terseret dalam ranah kelalaian administratif maupun pidana.
“Kami tidak akan diam. AMPAS akan mengawal kasus ini sampai ada tindakan nyata terhadap oknum-oknum yang ‘tidur’ saat menjalankan mandat pengawasan. Jangan sampai Aceh Singkil menjadi preseden buruk bagi program nasional ini,” tutupnya.
Hingga berita ini dirilis, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Aceh Singkil belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik dan desakan dari AMPAS tersebut. Redaksi masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait.
Publisher -Red
Reporter CN -Masriani
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










