MEDAN – 15 Februari 2025- Genderang perang terhadap penyakit masyarakat (Pekat) yang ditabuh kencang oleh Kapolrestabes Medan kini menemui tembok besar di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan. Di tengah klaim keberhasilan pembersihan judi dan narkoba di berbagai titik, gelanggang sabung ayam di Gang Sejati, Ladang Bambu, justru menunjukkan “kesaktiannya” dengan beroperasi tanpa tersentuh hukum.
Lapak judi beromzet ratusan juta ini seolah menjadi tamparan keras bagi wibawa kepolisian. Betapa tidak, lokasi yang sempat ditindak ini kembali menggeliat bebas, memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai adanya kekuatan besar yang membentengi aktivitas ilegal tersebut.
Kembalinya operasional judi di Gang Sejati memicu kritik pedas terhadap kinerja Polsek Medan Tuntungan. Publik mempertanyakan mengapa instruksi tegas Kapolrestabes Medan seolah “melempem” saat menyentuh wilayah ini. Situasi ini dinilai mencoreng komitmen institusi Polri dalam memberantas perjudian secara menyeluruh.
“Ini bukan lagi soal judi biasa, tapi soal harga diri institusi. Bagaimana mungkin di saat pimpinan (Kapolrestabes) memerintahkan ‘gas pol’, di level bawah justru seperti ‘rem blong’?” ungkap salah satu pengamat sosial di Medan yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Investigasi di lapangan mengungkap alasan di balik keberanian pengelola membuka kembali lapak tersebut. Dugaan keterlibatan oknum aparat berambut cepak berinisial H dan R menguat sebagai alasan utama mengapa lokasi ini seolah memiliki imunitas hukum.
Berdasarkan informasi dari salah satu pengunjung, rasa aman bagi para pemain di lokasi tersebut muncul karena adanya jaminan dari oknum tertentu.
“Aman sekali main di sini. Tidak takut digerebek lagi karena yang mengelola diduga oknum ‘cepak’. Polisi pun sepertinya pikir-pikir mau masuk. Buktinya sekarang malah makin ramai,” ujar sumber tersebut, Sabtu (14/02/2026).
Jika informasi ini benar, maka ini menjadi skandal serius. Penegakan hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke samping (sesama aparat) akan menghancurkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Kini bola panas berada di tangan Kapolsek Medan Tuntungan. Masyarakat menantang keberanian aparat setempat: Apakah mereka memiliki nyali untuk menutup permanen lokasi tersebut dan menindak siapa pun di belakangnya, atau justru membiarkan wilayahnya menjadi “zona nyaman” bagi oknum pembeking judi?
Jika Polsek setempat terus bergeming, maka Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan hingga Bid Propam Polda Sumut didesak untuk segera turun tangan. Pembersihan internal menjadi harga mati jika Polri ingin membuktikan bahwa mereka tidak tunduk pada tekanan oknum atau “bekingan” tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Medan Tuntungan melalui saluran komunikasi resmi, namun yang bersangkutan belum memberikan jawaban atau klarifikasi terkait keresahan warga di Gang Sejati tersebut. (Tim)
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










