ACEH SINGKIL – Kredibilitas data terkait dugaan pokok pikiran (Pokir) DPRK Aceh Singkil yang dilemparkan oleh Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat (GAMPEMAS) kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, terdapat selisih angka yang sangat fantastis mencapai Rp42 miliar antara pernyataan awal dengan klarifikasi terbaru yang disampaikan Koordinator Lapangan GAMPEMAS, Ramli Manik.
Sebelumnya, dalam sebuah tayangan podcast di kanal YouTube PT Singkil Video, Jumat (27/2/2026), Ramli Manik dengan lantang menyebut nilai Pokir DPRK Aceh Singkil menyentuh angka Rp83 miliar. Bahkan, ia sesumbar menyatakan kesiapannya untuk menghadapi konsekuensi hukum atas pernyataannya tersebut.
“Kalau hukum menyatakan saya salah, saya siap dipenjara,” tegas Ramli kala itu.
Namun, hanya berselang sepekan, nada bicara tersebut berubah drastis. Saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (8/3/2026), Ramli justru meralat angka tersebut. Ia mengakui bahwa data yang dipegangnya tidak mencapai Rp83 miliar, melainkan berkisar di angka Rp41 miliar untuk tahun anggaran 2025.
Berdasarkan dokumen yang diperlihatkan, tercatat total Pokir pada APBK Induk 2025 sebesar Rp43,5 miliar, sementara pada APBK Perubahan 2025 menjadi Rp41,6 miliar.
Inkonsistensi data ini memicu kegaduhan di ruang publik. Selisih angka yang nyaris mencapai 50% tersebut menimbulkan pertanyaan besar: Apakah data awal yang dilempar ke publik merupakan fakta yang belum terverifikasi atau sekadar bumbu provokasi?
Masyarakat kini mendesak adanya pertanggungjawaban atas pernyataan “Rp83 miliar” tersebut. Jika data tersebut meleset jauh, maka integritas gerakan yang dibangun GAMPEMAS terancam kehilangan legitimasi di mata publik.
Di sisi lain, meski angka tersebut menyusut, substansi mengenai penggunaan dana Pokir tetap harus dikawal. Publik menuntut agar:
– Ramli Manik secara ksatria menjelaskan asal-usul angka Rp83 miliar yang sempat membuat heboh, guna menghindari tudingan penyebaran informasi yang menyesatkan (misleading).
– Aparat Penegak Hukum (APH) tetap melakukan pemantauan terhadap realisasi dana Pokir tahun 2025 untuk memastikan tidak ada penyimpangan, terlepas dari berapa pun angka pastinya.
Hingga saat ini, Ramli Manik belum merinci secara detail penggunaan dana Pokir tersebut dan berjanji akan membukanya pada “episode lanjutan”. Publik kini menanti, apakah “episode” berikutnya akan membawa fakta baru atau justru inkonsistensi yang lebih dalam.
Reporter CN -Mustafa
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










