JAKARTA TIMUR – Sebuah insiden keluhan konsumen terkait akurasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di SPBU 34-13602, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, pada Minggu malam (22/03/2026). Seorang pengemudi transportasi daring bernama Manulang melaporkan adanya ketidakwajaran pada total tagihan yang tidak sesuai dengan kapasitas sisa tangki kendaraannya.
Berdasarkan bukti struk nomor transaksi 4845033, tercatat rincian sebagai berikut:
– Waktu: 22/03/2026, pukul 20:35 WIB.
– No. Plat: B 2900 FKG (Daihatsu Sigra).
– Jenis BBM: Pertalite (Harga Jual Rp10.000/liter).
– Volume: 37,28 Liter.
– Total Bayar: Rp372.840.
– Operator/Pompa: Ramdani / Pompa 2.
Kejadian bermula saat Manulang melakukan pengisian full tank. Sebelum mesin dimatikan, indikator BBM pada spidometer mobilnya masih menyisakan 3 bar. Menurut Manulang, berdasarkan pengalaman rutin dengan sisa bahan bakar yang sama, pengisian maksimal biasanya hanya mencapai angka Rp330.000 hingga Rp340.000.
Namun, pada pengisian di pompa nomor 2 SPBU Dewi Sartika ini, volume yang tersedot mencapai 37,28 liter dengan total biaya Rp372.840. Terdapat selisih lonjakan harga sekitar Rp32.000 hingga Rp42.000 dari rata-rata pengisian normal yang biasa dilakukan konsumen tersebut.
“Indikator masih 3 bar, tapi tagihannya sampai 372 ribu rupiah. Ada selisih sekitar 40 ribu dari biasanya. Ini yang membuat saya mempertanyakan akurasi mesin di sini,” ungkap Manulang di lokasi kejadian.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU mengenai hal ini, dan redaksi memberikan ruang hak jawab terhadap seluruh pihak terkait maupun SPBU
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











