KEBUMEN – 31 MARET 2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan yang didanai negara (KDMP) di wilayah Desa Sidabunder kini menuai kritik tajam. Alih-alih berjalan profesional, pihak kontraktor pelaksana yang ditengarai berada di bawah naungan Koriko dari Yogyakarta diduga mengabaikan etika lingkungan dengan menjadikan lahan milik warga sebagai tempat penitipan material dan alat berat tanpa kompensasi serta legalitas yang jelas.
Manajemen Logistik yang ‘Amburadul’
Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial S.
Halaman dan teras rumahnya kini dipenuhi peralatan proyek, namun tanpa adanya koordinasi profesional dari pihak pemborong sejak awal.
Persoalan bukan sekadar soal lahan, melainkan tanggung jawab moral yang dipaksakan. S menceritakan kepanikannya saat salah satu alat proyek sempat raib karena dipinjam tanpa izin, mengingat tidak adanya petugas keamanan resmi dari pihak kontraktor di lokasi penitipan tersebut.
“Secara moral saya terbebani untuk menjaga barang-barang itu. Seharusnya kontraktor punya sistem keamanan sendiri, bukan malah menitipkan beban itu kepada masyarakat tanpa kejelasan dan tanpa jasa penitipan yang layak,” tegas S dalam keterangannya.
Selain masalah penitipan barang, proyek ini juga dikeluhkan akibat kurangnya kehati-hatian pekerja di lapangan. Di awal proyek, kabel jaringan internet milik warga sempat putus akibat aktivitas pengiriman material yang kurang terencana. Meski kerugian fisik tersebut akhirnya diganti, pola kerja yang dianggap serampangan ini terus memicu keresahan warga.
Ketidakpastian pun terjadi di tingkat lapangan. Mandor proyek bernama Rio, saat dikonfirmasi, terkesan “buang badan” dengan dalih hanya sebagai pekerja dan tidak memiliki wewenang terkait kebijakan kompensasi lahan maupun administrasi logistik perusahaan.
Hingga berita ini ditayangkan, tim media masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen pelaksana utama maupun pemilik perusahaan pemborong untuk meminta klarifikasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penitipan material dan tanggung jawab dampak sosial terhadap warga terdampak. Namun, pihak manajemen terkait belum memberikan pernyataan resmi.
Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik atau kejelasan mengenai “jasa penitipan” dan jaminan keamanan, warga secara tegas akan meminta pihak kontraktor untuk segera mengosongkan lahan miliknya dari seluruh material dan alat proyek tersebut.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyoย
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










