KENDAL, CN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kendal menyerukan penghentian segala bentuk bullying, perundungan, intimidasi, dan ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama.
FKUB menilai, agama semestinya menjadi sumber nilai kebaikan, kedamaian, dan persaudaraan, bukan dijadikan alasan untuk merendahkan, menyudutkan, atau melakukan kekerasan terhadap orang lain.
Seruan tersebut disampaikan Ketua FKUB Kabupaten Kendal, KH Sajidin Nor, M.Pd, dalam forum Ngopi Bersama FKUB Kendal ke-6. Ia menegaskan, perbedaan keyakinan maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan perundungan.
“Stop bullying atas nama agama. Jangan jadikan agama sebagai pembenaran untuk menyakiti, merendahkan, apalagi mendiskriminasi orang lain,” tegasnya.
Menurutnya, kehidupan masyarakat yang majemuk membutuhkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Setiap orang memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya dengan aman dan mendapatkan perlakuan yang bermartabat.
“Perbedaan adalah kenyataan yang tidak bisa dihapus. Yang harus kita bangun adalah sikap saling menghargai. Jangan sampai perbedaan agama berubah menjadi permusuhan,” ujarnya.
FKUB Kendal juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, orang tua, serta generasi muda untuk bersama-sama membangun budaya dialog dan saling menghormati.
FKUB menekankan, penghormatan terhadap sesama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan. Justru, sikap saling menghormati menjadi fondasi penting agar setiap umat dapat menjalankan agamanya secara damai tanpa mengganggu hak orang lain.
Di tengah derasnya arus informasi media sosial, FKUB mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan konten yang mengandung penghinaan terhadap agama, kelompok, maupun individu. Perbedaan pendapat harus diselesaikan melalui dialog, bukan dengan perundungan dan kekerasan verbal maupun nonverbal.
“Kalau ingin Kendal tetap adem, rukun, dan damai, mari kita mulai dari hal sederhana, berhenti merundung, berhenti menghina, dan berhenti merasa paling berhak menghakimi orang lain,” kata Sajidin.
Kerukunan, menurut FKUB, harus hadir di semua lini, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, masyarakat, hingga ruang digital.
Wartawan CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










