
Oplus_0
Brebes, CN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menyampaikan keprihatinan dan empati atas insiden banjir yang terjadi di sebagian unit Hunian Sementara (Huntara) Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, pada Kamis (22/5).
Huntara yang baru sehari dihuni oleh warga korban tanah gerak ini terdampak luapan air akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Brebes selatan.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan cepat di lapangan, termasuk normalisasi saluran air, penyedotan genangan, dan memastikan seluruh fasilitas umum tetap dapat difungsikan.
“Kami memahami kegelisahan warga, dan kami hadir bersama mereka. Ini adalah kondisi darurat yang kami hadapi bersama, dan kami pastikan setiap langkah perbaikan dilakukan secara cepat dan terukur,” ujar Paramitha.
Pembangunan Huntara sendiri merupakan bagian dari respon tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana, sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang bersifat sementara. Huntara dirancang untuk segera menghadirkan tempat tinggal layak saat warga harus keluar dari tenda pengungsian.
Kepala BPBD Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa lokasi terdampak banjir hanya mencakup sebagian blok Huntara, dan tidak semua unit mengalami luapan air. Luapan disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan aliran air dari area irigasi yang tersumbat karena sedimentasi mendadak.
“Perlu diketahui, bukan hanya Huntara yang terdampak. Beberapa rumah warga di pemukiman tetap juga mengalami hal serupa akibat intensitas hujan yang luar biasa tinggi,” ungkapnya.
Sejak Kamis malam, tim gabungan dari BPBD, DPUTR, dan relawan telah bekerja keras memperbaiki drainase, mengalirkan air yang tergenang, serta memberikan bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan.
Langkah Lanjutan: Relokasi dan Pembangunan Huntap
Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi seluruh warga terdampak tanah gerak. Kajian teknis dan geologis tengah disusun secara cermat agar lokasi relokasi benar-benar aman dan berkelanjutan.
“Huntara memang bukan solusi permanen, tapi ini bentuk nyata dari keberpihakan pemerintah dalam kondisi darurat. Kami tidak tinggal diam. Setiap kejadian menjadi evaluasi untuk penanganan yang lebih baik,” tambah Paramitha.
Pemkab Brebes juga mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk bersama-sama membangun optimisme dan menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Red/Casroni