
KAMPAR, RIAU – Kepergian Suryono, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, menyisakan duka mendalam dan misteri yang belum terpecahkan. Meskipun data KTP mencatatnya berasal dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, keberadaan sanak keluarganya hingga kini tidak diketahui.
Menurut data KTP, almarhum Suryono tercatat sebagai warga Kabupaten Mojokerto. Namun, penelusuran oleh pihak berwenang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kampar menunjukkan bahwa data tersebut sulit dilacak.
Aguswanto, seorang pegawai Disdukcapil Kampar, menjelaskan bahwa nama Suryono sudah masuk dalam sistem administrasi Kampar sejak 2014 dan tercatat di Desa Kasikan. Selama hidupnya, almarhum membuat Kartu Keluarga (KK) tunggal dengan status “cerai mati,” yang berarti ia tidak memiliki sanak keluarga yang terhubung dalam catatan kependudukan.
Hal ini menjadi kendala besar dalam menelusuri jejak asal-usulnya di Mojokerto. Nama ayah almarhum, Rasid, dan ibunya, Amah, juga tidak tercatat dalam dokumen tersebut. Hingga saat ini, tidak ada satu pun anggota keluarga yang hadir untuk mengurus jenazah atau melayat.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat Desa Kasikan, tempat Suryono mengabdi sebagai Ketua SPTI. Masyarakat setempat dan pihak terkait kini berupaya menyebarluaskan informasi ini.
“Kami berharap sanak keluarga Suryono dapat mengetahui kabar duka ini, sehingga ada yang bisa datang dan mendoakan langsung di tanah perantauan tempat beliau terakhir menghembuskan napas,” ungkap seorang warga dengan nada penuh harap.
Publikasi berita ini diharapkan dapat menjadi jembatan informasi agar keluarga besar almarhum di Mojokerto segera mengetahui keberadaan dan kabar duka ini. Kepergian Suryono tidak hanya meninggalkan kekosongan di kursi kepemimpinan, tetapi juga menyisakan duka karena ikatan keluarga yang seolah terputus.
Sumber Informasi: Wawancara dengan staf Disdukcapil Kampar dan warga setempat.
Penulis dan sumber Awal : (Pajar Saragih / Tim PRIMA).