MOROWALI UTARA – 16 Maret 2026– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Morowali Utara menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Minggu (15/3/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi antrean panjang dan potensi kelangkaan BBM menjelang mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Morowali Utara, AKP Andi Yaser Abdullah Sutomo, didampingi Kanit II Tipidter Satreskrim, Ipda Suryanto Lawasa.
AKP Andi Yaser menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, guna memastikan kelancaran distribusi BBM di tengah lonjakan volume kendaraan. Selain itu, petugas merespons keresahan masyarakat terkait aktivitas “pelansir” atau pembelian BBM bersubsidi secara berlebihan.
“Kami menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai kendaraan yang membeli Pertalite dan Solar bersubsidi secara tidak wajar. Hal ini diduga menjadi celah bisnis bagi kelompok tertentu untuk mencari keuntungan sepihak,” ujar AKP Andi Yaser.
Dalam operasi tersebut, petugas menertibkan sejumlah kendaraan yang diduga digunakan untuk melansir BBM. Di antaranya adalah kendaraan roda empat dengan tangki yang telah dimodifikasi, serta kendaraan roda dua dengan kapasitas tangki besar. Kendaraan-kendaraan tersebut kini diamankan di Mako Polres Morowali Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Para pemilik kendaraan diberikan imbauan, edukasi, serta diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya yang dapat merugikan hak masyarakat lain,” tambahnya.
Terkait pengawasan internal, kepolisian juga telah meminta keterangan dari pihak pengawas dan petugas operator SPBU. AKP Andi Yaser menegaskan, jika ditemukan indikasi penyimpangan atau tindak pidana dalam distribusi, pihaknya akan memproses sesuai hukum yang berlaku.
Meski memahami kebutuhan pengecer BBM di wilayah terpencil, kepolisian tetap menekankan pentingnya ketertiban. Fenomena antrean panjang akibat aktivitas pelansir dinilai sangat mengganggu kenyamanan pengendara umum dan kelancaran arus lalu lintas.
“Kami mengedepankan penertiban yang humanis dan edukatif. Hal ini juga sejalan dengan Surat Telegram pimpinan Polri mengenai optimalisasi pengawasan BBM bersubsidi dan gas 3 kg,” jelasnya.
Menutup keterangannya, AKP Andi Yaser mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Berdasarkan koordinasi lintas sektoral dan data dari pihak Pertamina, stok BBM dipastikan mencukupi untuk kebutuhan arus mudik maupun balik Lebaran 2026.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











