BATAM – Krisis air bersih di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, mencapai titik didih. Frustrasi akibat diskriminasi distribusi, ratusan warga nekat memblokade dan menyandera armada mobil tangki milik PT Air Batam Hilir (ABH) pada Minggu (15/2/2026) siang.
Aksi ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan mosi tidak percaya rakyat terhadap manajemen pengelolaan air di Batam yang dinilai gagap dan tebang pilih.
Penahanan armada tangki terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di akses utama Tanjung Sengkuang. Warga menuding adanya ketidakadilan nyata: pesanan air warga yang masuk sejak malam sebelumnya diabaikan, sementara truk-truk air terlihat meluncur deras ke lokasi lain yang diduga mendapat prioritas “istimewa”.
“Kenapa tempat lain diantar, kami dari semalam order tidak dapat? Kalau kami tidak dapat, biar semua sama-sama tidak dapat!” teriak salah satu warga di tengah kerumunan yang memanas. Kalimat ini menjadi sinyal bahaya bagi pengelola: ketika kebutuhan dasar disumbat, hukum rimba mulai membayangi.
Ketegangan sempat mereda setelah personel Polsek Batu Ampar tiba di lokasi. Aparat mencoba mendinginkan suasana dengan janji koordinasi instan bersama ABH untuk mengirimkan tangki tambahan. Namun, bagi warga, janji aparat kini terasa hambar.
Warga mengingatkan kembali komitmen Kapolresta Barelang saat aksi besar 22 Januari lalu yang menjamin ketersediaan air. Nyatanya, di lapangan, warga masih harus “mengemis” untuk mendapatkan hak dasarnya.
“Kami tidak butuh retorika. Kami butuh air mengalir di keran, bukan sekadar janji di atas kertas atau pengawalan polisi,” tegas seorang tokoh warga setempat.
Menjelang bulan suci Ramadan, kegagalan ABH dalam mendistribusikan air dianggap sebagai penghinaan terhadap hajat hidup orang banyak. Warga mengancam akan membawa massa yang lebih besar untuk mengepung Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kantor ABH, hingga Polresta Barelang jika solusi permanen tidak segera direalisasikan.
“Ini mau masuk bulan puasa. Kalau mengurus air saja tidak sanggup, apakah ABH masih layak menyandang status pengelola?” sindir seorang ibu rumah tangga dengan pedas, menyinggung kompetensi teknis dan administratif perusahaan yang terus-menerus berlindung di balik alasan gangguan teknis.
Publisher -Red
Reporter CN -D2k
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










