BATAM – Ruas jalan publik di kawasan Ocarina hingga Punggur kini berubah menjadi arena maut yang mencekam. Aroma “kekebalan hukum” mulai tercium seiring maraknya aksi ugal-ugalan dua unit truk jungkit (dump truck) berkelir putih yang secara terang-terangan mengabaikan keselamatan nyawa pengguna jalan lain, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan pantauan dan keluhan masyarakat, armada tambun ini kerap melakukan aksi manuver berbahaya di kawasan depan Top One, Punggur. Tanpa mengindahkan aturan lalu lintas, pengemudi truk tersebut dilaporkan memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi dan melakukan aksi zigzag yang provokatif.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, mengungkapkan betapa arogannya perilaku para sopir tersebut. Jalur lambat yang seharusnya menjadi perlindungan bagi kendaraan kecil, justru menjadi tempat intimidasi.
“Mereka melaju seolah tidak ada yang berani menghalangi. Sudah di jalur lambat pun tetap dipepet sambil terus-menerus membunyikan klakson. Ini bukan lagi sekadar mengemudi, ini sudah masuk kategori intimidasi jalanan,” ujarnya dengan nada geram.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Pembiaran terhadap aksi ugal-ugalan ini memicu tanda tanya besar mengenai fungsi pengawasan dari instansi terkait. Jika truk-truk besar dibiarkan merajalela bak “raja jalanan” tanpa tersentuh sanksi, maka wajar jika publik berasumsi ada kekuatan besar yang membentengi mereka.
“Kenapa tidak ada tindakan tegas? Apakah kepatuhan lalu lintas hanya berlaku untuk kendaraan kecil, sementara truk-truk ini berdiri di atas hukum?” tambah sumber tersebut, menyentil lemahnya penegakan hukum di wilayah hukum Batam.
Warga mendesak pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Batam untuk tidak menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum bertindak. Penertiban rutin dan sanksi pencabutan izin trayek dinilai menjadi harga mati agar jalan raya di Batam kembali manusiawi.
Publisher -Red
Reporter CN -D2k
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













