PURWAKARTA –1 April 2026- Skandal kematian dua penambang di Gunung Sembung, Kecamatan Sukatani, kini memasuki babak baru yang semakin memuakkan. Sejak peristiwa tragis pada Sabtu (14/03/2026) yang menewaskan J dan D, hingga saat ini belum ada tindakan tegas terhadap pemilik tambang. Bungkamnya otoritas terkait memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum-oknum yang sengaja “pasang badan” untuk mengamankan bisnis ilegal tersebut.
Meski dua nyawa telah melayang tertimbun bongkahan batu akibat pola kerja yang serampangan, sang pemilik tambang dikabarkan masih bebas berkeliaran tanpa beban moral maupun hukum. Publik pun mulai mencium aroma tidak sedap terkait mandulnya penegakan hukum di wilayah hukum Purwakarta.
“Jika tidak ada ‘kekuatan besar’ atau oknum yang bermain di belakangnya, mustahil kasus yang sudah memakan korban jiwa dan beroperasi di lahan sengketa tanpa izin ini bisa menguap begitu saja,” ujar sumber investigasi kami yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Data yang dihimpun tim redaksi menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan zona merah pertambangan karena status tanah yang masih bersengketa. Namun, aktivitas galian tetap berjalan subur. Hal ini memicu kecurigaan bahwa ada aliran dana atau koordinasi sistematis antara pengusaha dan oknum tertentu untuk membiarkan praktik Pertambangan Tanpa Izin (PETI) tersebut tetap bernapas.
Pengabaian terhadap UU Minerba dan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian seolah menjadi tontonan yang memalukan. Apakah hukum di Jawa Barat sudah sedemikian tumpul jika berhadapan dengan pengusaha yang diduga “bermitra” dengan aparat?
Kini, bola panas berada di tangan Polda Jawa Barat. Publik mendesak agar tidak hanya pengusaha tambang yang diseret ke penjara, tetapi juga mengusut tuntas siapa saja oknum yang memberikan ruang aman bagi aktivitas ilegal ini. Jangan sampai institusi penegak hukum gadai marwahnya demi melindungi segelintir pengusaha nakal.
Redaksi menantang transparansi dari pihak terkait: Sampai kapan pengusaha maut ini dibiarkan melenggang? Apakah harus menunggu lebih banyak nyawa tertimbun batu agar oknum-oknum tersebut berhenti bermain mata?
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola tambang dan aparat terkait masih menemui jalan buntu. Redaksi akan terus mengawal kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk mengungkap siapa saja sosok di balik layar yang mencoba mengubur kasus ini bersama jasad para korban.
Publisher -Red PRIMA
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










