SUMBA TIMUR – 25 Februari 2036- Sebuah pemandangan memprihatinkan kembali terekam dari pelosok Nusantara. Di Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, warga dari tiga desa Katikuwai, Ramuk, dan Mahaniwa terpaksa harus bertaruh nyawa setiap kali ingin bepergian. Ketiadaan jembatan penghubung membuat mereka harus berjibaku melawan derasnya arus sungai demi menggerakkan roda ekonomi dan mobilitas sehari-hari.
Dalam rekaman visual yang diperoleh, nampak sekelompok pria harus bahu-membahu menggotong sepeda motor menggunakan dua bilah kayu besar di atas pundak mereka. Dengan kaki telanjang yang berpijak pada bebatuan sungai yang licin dan melawan arus air yang berwarna keruh, mereka perlahan menyeberangi sungai. Satu langkah salah bisa berakibat fatal, baik bagi keselamatan diri maupun harta benda mereka.
Kondisi ini bukan sekadar tantangan alam, melainkan potret nyata isolasi infrastruktur yang masih membelenggu warga. Selain ketiadaan jembatan dan jalan yang memadai, masyarakat di tiga desa ini juga menyuarakan jeritan hati terkait empat kebutuhan dasar yang belum mereka nikmati secara merdeka:
– Akses Transportasi: Jalanan yang layak dan jembatan permanen.
– Energi: Aliran listrik yang belum menjangkau rumah-rumah warga.
– Sanitasi: Ketersediaan air bersih yang terjamin.
– Informasi: Jaringan internet untuk memutus ketertinggalan komunikasi.
“Kami hanya ingin merasa menjadi bagian dari pembangunan yang adil,” ungkap salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Bagi mereka, menyeberangi sungai dengan cara menggotong kendaraan adalah pilihan terakhir agar urusan kesehatan, pendidikan, dan pasar tetap berjalan. Namun, saat musim hujan tiba dan debit air meningkat, desa-desa ini praktis terisolasi total dari dunia luar.
Harapan besar kini digantungkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Pemerintah Pusat. Warga berharap agar pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh urat nadi kehidupan di pelosok Matawai La Pawu.
Tanpa langkah nyata dari pemangku kebijakan, warga Katikuwai, Ramuk, dan Mahaniwa akan terus terjebak dalam siklus bahaya yang mengancam nyawa setiap kali mereka melintasi sungai yang memisahkan impian mereka dari kesejahteraan.
Publisher -Red
Reporter CN – Jhon Ethan
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










