KEBUMEN – 22 Maret 2026– Komitmen menjaga keutuhan keluarga besar menjadi amanah yang terus dipegang teguh oleh keturunan pasangan suami istri Almarhum Misban dan Almarhumah Pariah. Tepat pada momentum satu hari setelah Idulfitri (H+1), keluarga besar ini kembali menggelar tradisi silaturahmi tahunan yang penuh makna di Dukuh Tanuraksan, Desa Gemeksekti.
Tahun ini, kediaman Ibu Ani putri kedua dari Almarhum Misban dan Almarhumah Pariah menjadi pusat pertemuan lintas generasi. Meski dalam suasana penuh syukur, keluarga juga memberikan penghormatan bagi mendiang suami Ibu Ani, Almarhum Bapak Surip. Seluruh anak, menantu, cucu, hingga cicit hadir berkumpul untuk merajut kembali tali persaudaraan.
Sistem penyelenggaraan acara ini dilakukan secara reguler dan bergilir, dimulai dari rumah anak yang tertua hingga anak yang termuda. Rotasi ini bukan sekadar teknis pertemuan, melainkan bentuk penghormatan antar saudara dan upaya memastikan setiap rumah anggota keluarga menjadi tempat bernaungnya keberkahan silaturahmi.
Acara yang dipandu oleh Novia cucu dari putri kelima (Ibu Khayati dan Bapak Kusmiadi) berlangsung sangat khidmat. Prosesi doa dipimpin langsung oleh Bapak H. Usol (Fausol) dan Ibu Mini (menantu dari anak keempat). Pembacaan Surah Al-Fatihah, zikir, serta tahlil dipanjatkan untuk Baginda Nabi Agung Muhammad SAW, kedua orang tua tercinta, Almarhum Misban dan Almarhumah Fariah, serta Almarhum Bapak Surip.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Khayati selaku putri kelima memberikan pesan menyentuh mengenai pentingnya menjaga kerukunan.
“Persaudaraan ini tidak akan pernah lekang oleh waktu dan zaman. Pada hakikatnya, keluarga adalah satu kesatuan darah, daging, dan tulang yang tidak akan pernah bisa dipisahkan oleh apa pun,” ungkap Ibu Khayati dengan penuh ketulusan.
Kemeriahan acara ditutup dengan pengundian arisan keluarga dan tradisi tukar kado. Setiap anggota keluarga membawa cinderamata sebagai pengingat momen kebersamaan tersebut. Sesi makan bersama menjadi penutup yang menyatukan seluruh anggota keluarga dalam suasana guyub rukun.
Bapak Fausol (H. Usol), selaku narasumber dan perwakilan keluarga, menambahkan bahwa konsistensi adalah kunci keharmonisan.
“Momentum H+1 Lebaran ini adalah saat kami semua pulang ke akar. Dengan sistem bergilir ini, generasi muda hingga cicit tetap mengenal rumah saudara-saudaranya dan menjaga nilai kasih sayang yang telah diwariskan orang tua kami,” ujarnya.
Melalui rilis ini, keluarga besar Almarhum Misban dan Almarhumah Pariah berharap semangat menjaga kerukunan yang terstruktur dan penuh kasih ini dapat menginspirasi banyak pihak dalam membangun fondasi keharmonisan sosial dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
Publisher -Red
Editor -Jhon
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











