KENDAL – Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Kendal. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat menghadiri resepsi peringatan HAB ke-80 di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu (7/1/2026).
Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini menyatakan apresiasinya atas dedikasi jajaran Kemenag Kendal yang konsisten menjaga integritas, profesionalisme, serta harmoni di tengah masyarakat yang plural.
Dalam sambutannya, Mbak Tika menekankan bahwa HAB bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen refleksi atas pengabdian panjang Kemenag dalam melayani umat.
“Kerukunan bukan hanya tentang ketiadaan konflik, melainkan sebuah kekuatan kolaboratif untuk memajukan bangsa Indonesia,” tegas Mbak Tika.
Ia juga menyoroti peran strategis Kemenag yang kian berkembang, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan hingga transformasi digital layanan publik. Menurutnya, inovasi digital yang dilakukan Kemenag saat ini telah membuat pelayanan menjadi lebih inklusif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ada yang unik dalam peringatan tahun ini. Bupati Kendal bersama unsur Forkopimda dan Kepala Kantor Kemenag Kendal melakukan aksi “Tepuk Sakinah”. Gerakan simbolis ini diperkenalkan sebagai metode edukatif untuk menguatkan fondasi rumah tangga, baik bagi pasangan baru maupun yang sudah lama menikah.
Tepuk Sakinah mengandung pesan filosofis tentang pentingnya:
– Komunikasi: Membangun dialog yang sehat antar anggota keluarga.
– Tanggung Jawab: Menjalankan peran masing-masing dengan penuh amanah.
– Kebersamaan: Menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis sebagai unit terkecil pembangunan bangsa.
Kepala Kantor Kemenag Kendal, Dr. H. Zainal Fatah, menjelaskan bahwa keharmonisan keluarga harus berlandaskan sikap saling menjaga dan budaya musyawarah.
“Saling menjaga dan mengedepankan musyawarah adalah kunci. Kami berharap pesan moral dari Tepuk Sakinah ini dapat menyentuh hati para keluarga di Kendal,” ujar Zainal Fatah.
Zainal Fatah juga mendorong agar nilai-nilai ketahanan keluarga ini disosialisasikan lebih masif, termasuk di lingkungan madrasah dan instansi pemerintahan, guna menekan angka perceraian dan problematika sosial lainnya.
Senada dengan hal tersebut, Mbak Tika menutup sambutannya dengan harapan agar Kemenag terus menjadi motor penggerak moderasi beragama. “Teruslah mengabdi, berinovasi, dan menjadi cahaya bagi bangsa,” pungkasnya. (zen)
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










