BEKASI –20 Maret 2026– Iklim demokrasi dan kemerdekaan berpendapat di Kabupaten Bekasi kembali terkoyak oleh gaya komunikasi bergaya premanisme. Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kabupaten Bekasi, Ade Gentong, secara tegas menantang oknum ketua organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk menempuh jalur hukum daripada terus menebar ancaman di ruang privat.
Ketegangan ini bermula dari tuduhan sepihak sang oknum ketua ormas terkait penyebaran konten karikatur dan meme di media sosial. Tanpa bukti digital yang valid, oknum tersebut melontarkan narasi intimidasi melalui pesan singkat WhatsApp, bahkan membawa diksi religius “Perang Badar” sebagai ancaman pengerahan massa jika konten tersebut tidak dihapus.
Menanggapi gertakan tersebut, Ade Gentong menyatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya adalah fitnah serampangan.
“Mohon izin Pak Haji, ini sudah fitnah. Saya tidak pernah membuat meme tersebut. Akun TikTok yang dimaksud bukan milik saya dan saya tidak tahu-menahu,” ujar Ade dalam keterangan resminya.
Ade juga menyindir sikap reaktif oknum tersebut yang lebih mengedepankan otot daripada otak hukum.
“Sekiranya merasa benar, silakan lapor ke Polres. Jangan meneror dengan narasi perang atau bawa pasukan. Urusan nyawa itu hak Allah, saya tidak takut selama saya benar,” tegasnya.
Istilah “Jangan Geludug Terus Tapi Tak Turun Hujan” menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang merasa di atas hukum. Dalam dunia hukum modern, pembuktian dilakukan melalui digital forensik, bukan melalui ancaman pengerahan pasukan di aplikasi pesan singkat.
Redaksi menilai, penggunaan istilah sakral seperti “Perang Badar” untuk urusan ketersinggungan personal atas sebuah meme adalah bentuk degradasi logika dan upaya intimidasi psikis yang sangat dangkal. Jika seorang pemimpin ormas merasa dirugikan oleh konten digital, UU ITE menyediakan kanal resmi, bukan dengan cara-cara yang justru berpotensi memicu gesekan fisik di lapangan.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











