KEBUMEN – 25 Februari 2026– Kepala Desa Sidomukti, Sukiman, memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi yang tengah viral di media sosial mengenai aksi kenakalan remaja “perang sarung” yang terjadi di wilayah perbatasan Kecamatan Kuwarasan dan Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.
Dalam keterangannya, Sukiman membenarkan adanya insiden tersebut yang berlokasi di area jembatan perbatasan antara Desa Sidomukti (Kuwarasan) dan Desa Wetonwetan (Puring) pada Selasa malam (24/2). Namun, ia menegaskan satu poin krusial untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.
“Izin melaporkan terkait kejadian tadi malam berupa kenakalan remaja perang sarung di lokasi perbatasan. Kami tegaskan bahwa pelakunya bukan warga Desa Sidomukti,” ujar Sukiman mengawali klarifikasinya, Rabu (25/2).
Sukiman menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Desa segera mengambil langkah taktis begitu mengetahui adanya kerumunan massa di jembatan perbatasan tersebut. Koordinasi cepat dilakukan dengan aparat keamanan setempat guna memastikan situasi tidak berkembang menjadi bentrokan fisik yang lebih luas.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Koramil 19 Kuwarasan dan Polsek Kuwarasan. Alhamdulillah, berkat kehadiran Babinsa Desa Sidomukti, Serma Suratno, bersama personel piket Koramil Sertu Jumadi, aksi tersebut berhasil dibubarkan dengan kondusif,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa para remaja yang terlibat telah diamankan dan diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing di wilayah Kecamatan Puring dalam keadaan sehat, setelah diberikan pembinaan di lokasi.
Mengingat kejadian ini terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan, Sukiman menyampaikan keprihatinannya. Ia mengimbau agar momentum ibadah ini tidak dirusak oleh aksi-aksi yang membahayakan nyawa dan masa depan remaja.
“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran TNI dan Polri, khususnya Dandim 0709 Kebumen dan Kapolres Kebumen, atas respons cepat personel di lapangan. Saat ini situasi di perbatasan Sidomukti-Wetonwetan sudah aman dan terkendali,” ungkap Sukiman.
Menutup pernyataannya, Kepala Desa Sidomukti mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan malam hari, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali dan mengganggu kenyamanan warga dalam beribadah.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










