KEBUMEN, 5 Januari 2026 – Di tengah tantangan pembiayaan infrastruktur daerah, warga Dukuh Pancasan, Desa Gerengeng, Kecamatan Karanganyar Kebumen, menunjukkan aksi nyata kemandirian. Warga RT 01 RW 02 secara kolektif menginisiasi pembangunan dan perbaikan jalan setapak di lingkungan mereka melalui skema swadaya murni, Senin (5/1).
Aksi ini lahir dari kesepakatan warga yang memilih untuk tidak berpangku tangan menunggu kucuran dana pemerintah. Dengan semangat gotong royong, masyarakat menyumbangkan sumber daya yang mereka miliki, mulai dari dana tunai, material bangunan, hingga tenaga fisik.
Manifestasi Gotong Royong Modern
Ketua RT setempat menyatakan bahwa gerakan ini bukan sekadar soal perbaikan fisik jalan, melainkan upaya merawat nilai luhur kebersamaan.
“Kami menyadari bahwa kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi warga sangat luar biasa; ada yang menyumbang materi, ada yang turun langsung mencangkul, dan para ibu juga memastikan konsumsi tersedia. Ini adalah bukti bahwa kekompakan adalah modal terbesar kami,” ujarnya.
Pembangunan jalan setapak ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, meningkatkan aspek estetika desa, serta memberikan rasa aman bagi anak-anak dan lansia yang melintas.
Fenomena di Desa Gerengeng ini menjadi menarik karena dilakukan secara terorganisir tanpa adanya konflik kepentingan. Semangat “dari warga untuk warga” ini membuktikan bahwa pembangunan partisipatif efektif untuk menyelesaikan masalah-masalah skala mikro di tingkat desa secara cepat dan efisien.
Aksi inspiratif dari Dukuh Pancasan ini diharapkan dapat memantik semangat serupa di wilayah lain di Kebumen, agar masyarakat lebih berdaya dan proaktif dalam menjaga serta membangun fasilitas publik di lingkungan masing-masing.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










