ACEH SINGKIL – Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (EK-LMND) Aceh Singkil mengkritisi Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 300.2.3/397/2025 terkait penetapan penerima Bantuan Stimulan Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor. LMND menilai pendataan tersebut tidak transparan dan tidak tepat sasaran.
Ketua EK LMND Aceh Singkil, Surya Padli, menyoroti absennya sejumlah wilayah terdampak dalam daftar penerima, salah satunya adalah Desa Teluk Ambun. Padahal, secara geografis Desa Teluk Ambun berdampingan langsung dengan desa penerima bantuan seperti Desa Takal Pasir dan Desa Siti Ambia yang memiliki tingkat risiko serupa.
“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait indikator dan metode verifikasi yang digunakan. Tidak masuk akal jika Desa Teluk Ambun yang mengalami dampak nyata justru luput dari daftar, sementara desa tetangganya masuk. Ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam validasi data di lapangan,” ujar Surya Padli kepada awak media, Minggu (18/1/2026).
Menurut LMND, ketidakakuratan data ini berpotensi mencederai rasa keadilan bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan hunian mereka pascabencana. Bantuan hibah seharusnya berpijak pada fakta kerusakan riil, bukan atas dasar pertimbangan yang tertutup.
Atas temuan tersebut, LMND Aceh Singkil menyatakan tiga poin tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil:
– Transparansi Data: Meminta pemerintah membuka kriteria dan indikator penetapan penerima bantuan secara publik.
– Verifikasi Ulang: Mendesak dilakukannya pendataan kembali di desa-desa terdampak, khususnya Desa Teluk Ambun, guna memastikan akurasi data.
– Keadilan Hak: Menjamin seluruh warga terdampak mendapatkan hak rehabilitasi yang sama sesuai tingkat kerusakan bangunan.
“Kami akan terus mengawal aspirasi ini hingga masyarakat mendapatkan keadilan. Kebijakan yang merugikan rakyat tidak boleh dibiarkan tanpa evaluasi,” tegas Surya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa (Keuchik) Teluk Ambun, Mufrin, belum memberikan keterangan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan singkat. Sementara itu, warga setempat berharap dinas terkait (SKPK) segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan ulang secara valid agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
Publisher -Red
Reporter CN -Amri
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










