SINGKIL – 12 Maret 2026– Memasuki penghujung kuartal pertama tahun anggaran 2026, potret serapan anggaran di Kabupaten Aceh Singkil menunjukkan angka yang memprihatinkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Monitoring Transfer ke Daerah (SIMTRADA) per 12 Maret 2026, sejumlah pos anggaran krusial bagi masyarakat bawah justru belum tersentuh sama sekali alias masih berada di angka 0 persen.
Data menunjukkan bahwa Dana Desa yang dialokasikan sebesar Rp37,29 Miliar belum terealisasi sama sekali (0%). Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintahan desa. Padahal, dana ini merupakan urat nadi pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput.
Kondisi serupa terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp3,48 Miliar yang juga masih nihil realisasi. Keterlambatan pada sektor fisik seringkali berdampak pada rendahnya kualitas proyek karena waktu pengerjaan yang terburu-buru di akhir tahun.
Kritik tajam juga mengarah pada sektor pelayanan dasar. Meski alokasi DAU Bidang Kesehatan (Rp10,13 M) dan DAU Bidang Pendidikan (Rp10,46 M) telah tersedia, realisasinya masih tercatat 0,00%.
“Ini adalah rapor merah bagi manajemen eksekusi program. Bagaimana mungkin anggaran pendidikan dan kesehatan yang bersifat mendesak belum terserap sama sekali di bulan ketiga tahun berjalan? Rakyat yang butuh layanan puskesmas dan sekolah yang layak tidak bisa menunggu birokrasi yang lambat,” ujar [Nama Pengamat/Narasumber], menanggapi data tersebut.
Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang dipagukan sebesar Rp2,16 Miliar juga belum menunjukkan pergerakan (0%). Di sisi lain, DBH Cukai Hasil Tembakau justru melesat hingga 87,09%. Ketimpangan ini mengindikasikan adanya skala prioritas yang belum berpihak pada sektor produktif daerah seperti perkebunan.
Secara keseluruhan, total Transfer Ke Daerah (TKD) yang sudah terealisasi baru mencapai Rp152,38 Miliar (23,04%) dari total pagu Rp661,36 Miliar.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










