KEBUMEN, 2 Januari 2025- Sempor – Aroma tak sedap menyeruak dari proyek pemeliharaan berkala jalan ruas Selokerto-Jatinegara. Proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBDP 2025 ini kini menjadi buah bibir masyarakat bukan karena kemulusannya, melainkan karena kualitasnya yang dianggap “seumur jagung”. Belum genap satu bulan usai dikerjakan, infrastruktur ini mulai menunjukkan tanda-tanda kehancuran dini.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan ironis. Upaya perbaikan berupa tambal sulam di beberapa titik justru mempertegas buruknya kualitas pekerjaan awal. Alih-alih mulus, bekas tambalan tersebut kini mulai amblas kembali.
“Aspalnya asal-asalan, mungkin terlalu banyak yang ‘masuk saku’,” ujar Gus, warga Selokerto, dengan nada satire saat ditemui media di lokasi.
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh warga berinisial A. Ia menyebut kualitas material tambalan sangat jauh dari standar.
“Tambalannya malah lebih jelek, Pak. Teksturnya rapuh seperti tanah, bukan seperti aspal jalan raya yang seharusnya keras dan padat,” keluhnya.
Sorotan tajam kini mengarah pada dua aktor utama proyek ini: CV Dua Cahaya selaku pelaksana dan CV Amanah Barokah selaku konsultan pengawas. Publik mempertanyakan profesionalisme kedua perusahaan tersebut dalam mengelola dana DAU senilai Rp1.259.966.427,-.
Selain aspal yang amblas, pengerjaan bahu jalan (berem) menggunakan material Sirtu (pasir batu) juga dinilai dikerjakan secara serampangan.
Tanpa pemadatan yang layak, material tersebut langsung hanyut setiap kali hujan turun, menyisakan lubang yang membahayakan pengguna jalan.
“Di mana peran CV Amanah Barokah? Sebagai pengawas, mereka seharusnya menjadi benteng terakhir kualitas. Jika materialnya buruk atau pemadatannya asal-asalan, kenapa bisa lolos?” cetus seorang warga dengan nada geram.
Desakan Audit Investigatif: Bupati dan KPK Diminta Turun Tangan
Kondisi ini memicu gelombang desakan agar Bupati Kebumen segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan mengevaluasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen. Masyarakat menuntut agar pemerintah tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi melihat fakta pahit di lapangan.
Tak hanya bupati, publik juga mendorong lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memelototi proyek ini. Mengingat anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, kegagalan konstruksi dalam waktu singkat mengindikasikan adanya potensi kerugian negara akibat spesifikasi yang tidak sesuai kontrak.
“Kami butuh jalan yang awet, bukan aspal ‘kosmetik’ yang hanya cantik saat difoto untuk laporan, tapi hancur saat dilewati rakyat. Audit investigatif harus dilakukan sebelum masa pemeliharaan berakhir agar kontraktor bertanggung jawab penuh,” pungkas warga setempat.
Analisis Fakta Proyek:
– Pekerjaan: Pemeliharaan Berkala Jalan Selokerto – Jatinegara
– Pelaksana: CV Dua Cahaya
– Konsultan Pengawas: CV Amanah Barokah
– Nilai Kontrak: Rp1.259.966.427,-
– Sumber Dana: APBDP Kab. Kebumen T.A 2025 (DAU)
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










