BEKASI – Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Perumahan Grand Vista Cikarang, Desa Jayamulya, kini berada di bawah sorotan tajam. Program yang seharusnya menjadi etalase kesejahteraan rakyat ini dituding berjalan ugal-ugalan karena diduga mengabaikan kelestarian lingkungan dan merusak infrastruktur warga.
Kritik pedas datang dari Ali Sofyan, aktivis Relawan Pembela Prabowo. Ia menegaskan bahwa kemuliaan program Presiden Prabowo Subianto tidak boleh dijadikan “tameng” atau pembenaran bagi pengelola untuk beroperasi tanpa etika lingkungan dan prosedur hukum yang jelas.
Ali menyayangkan munculnya dugaan penanaman pipa limbah dengan membongkar jalan lingkungan tanpa izin resmi serta ketiadaan dokumen lingkungan seperti UKL-UPL atau Persetujuan Teknis (Pertek) Air Limbah.
“Program Makan Bergizi Gratis itu suci, berpihak pada rakyat. Tapi kalau pelaksanaannya di lapangan justru merusak fasilitas warga dan membuang limbah sembarangan, itu namanya mencoreng wajah Presiden! Jangan bawa-bawa nama Prabowo untuk melegalkan kelalaian atau cara-cara yang mirip premanisme administratif,” tegas Ali Sofyan kepada awak media.
Ia menekankan bahwa produksi makanan dalam skala masif di tengah pemukiman padat wajib memiliki sistem pengolahan limbah (IPAL) yang mumpuni. Tanpa itu, dapur tersebut bukan memberi gizi, melainkan potensi penyakit bagi warga sekitar.
Lebih lanjut, Ali mendesak Pemerintah Desa Jayamulya, pihak Kecamatan Serang Baru, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi untuk tidak “tutup mata”. Ia menuntut adanya audit investigatif menyeluruh terhadap izin operasional dapur tersebut.
“Dukungan kita terhadap program nasional tidak boleh membutakan mata terhadap pelanggaran hukum. Kalau ada limbah cair yang merembes ke saluran umum tanpa pengolahan, itu kejahatan lingkungan. Jangan sampai publik melihat program ini dijalankan secara serampangan oleh oknum pelaksana,” tambahnya dengan nada sengit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapur MBG Grand Vista belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan perusakan jalan dan indikasi pencemaran limbah tersebut. Upaya konfirmasi masih terus diupayakan untuk mendapatkan perimbangan berita.
Kasus ini kini menjadi ujian integritas bagi aparat di tingkat daerah. Ali Sofyan memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba “bermain aman” di balik nama besar program strategis nasional.
“Kalau salah, perbaiki. Kalau melanggar, tindak tegas. Jangan berlindung di ketiak program Presiden untuk menjustifikasi perusakan lingkungan. Rakyat butuh makan bergizi, tapi rakyat juga berhak atas lingkungan yang tidak rusak,” pungkasnya.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










