
Morowali Utara, Sulteng – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Golkar, H. Zainal Abidin Ishak, ST, menggelar reses di dua kecamatan, Bungku Utara dan Bungku Selatan, yang dipusatkan di Balai Desa Tanakuraya, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Kamis (28/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan beragam aspirasi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar mereka. Salah satu fokus utama adalah pembangunan infrastruktur jalan baru untuk memudahkan akses warga dari Bungku Utara dan Bungku Selatan menuju ibu kota kabupaten. Jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan. Mereka meminta agar pemerintah lebih serius memperhatikan fasilitas sekolah dan ketersediaan tenaga medis di wilayah pedesaan, sehingga kualitas sumber daya manusia dan layanan dasar masyarakat bisa lebih merata.
Di bidang ekonomi, aspirasi masyarakat banyak mengarah pada penguatan sektor pertanian. Para petani berharap adanya dukungan pemerintah berupa bantuan bibit, pupuk, hingga akses pasar yang lebih baik. Sektor pertanian dinilai sebagai tulang punggung ekonomi rakyat di Morowali Utara, sehingga perhatian lebih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Zainal Abidin juga menyoroti masalah lingkungan, khususnya praktik pembalakan liar di kawasan cagar alam Desa Taronggo. Ia menegaskan aktivitas ilegal itu mengancam kelestarian hutan dan harus segera ditindak tegas oleh aparat penegak hukum (APH).
“Pembangunan jalan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat adalah prioritas. Tapi jangan sampai pembangunan dilakukan dengan mengorbankan hutan. Pembalakan liar di cagar alam jelas merusak kelestarian lingkungan dan harus segera dihentikan, ” tegas Zainal Abidin.
Aktivis pemerhati masyarakat, Mohamad Yamin, yang turut hadir, juga menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan dengan pelestarian lingkungan. ” Jalan baru memang kebutuhan mendesak, tapi hutan juga harus dijaga karena itu sumber kehidupan kita. Air, pangan, dan udara bersih berasal dari hutan, ” ujarnya.
Masyarakat pun berharap aspirasi mereka benar-benar ditindaklanjuti. ” Kami ingin jalan baru segera direalisasikan agar akses lebih mudah, pendidikan dan kesehatan diperhatikan, serta hasil pertanian bisa lebih bernilai. Tapi kami juga ingin hutan tetap dijaga, “kata seorang warga Desa Tanakuraya.
Reses ini diharapkan menjadi wadah efektif bagi DPRD, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun sinergi dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.
Publisher -Red
Reporter CN -Nakir