MATAWAI LAPAWU, PAPUA -19/02/2026 – Di tengah hiruk-pikuk narasi kemajuan pembangunan nasional, warga Desa Katikuwai, Kecamatan Matawai Lapawu, justru seolah dipaksa mundur ke masa lampau. Hingga hari ini, akses transportasi yang layak, jembatan, aliran listrik, hingga jaringan internet masih menjadi barang mewah yang mustahil dinikmati masyarakat setempat.
Kondisi jalanan yang menyerupai kubangan lumpur saat musim hujan menjadi potret kelam harian warga. Para pengendara sepeda motor harus bertaruh nyawa dan tenaga, saling bahu-membahu mendorong kendaraan di tengah lumpur yang dalam hanya untuk bermobilisasi. Jembatan yang permanen pun tak kunjung nampak, memutus urat nadi ekonomi dan akses kesehatan warga.
Kritik tajam datang dari berbagai pihak yang menilai pemerintah daerah maupun pusat seolah “tuli” terhadap jeritan warga di pelosok Matawai Lapawu. Pembangunan yang dianggap tidak merata ini memicu pertanyaan besar: ke mana anggaran pembangunan yang setiap tahun didengungkan?
Narasumber di lapangan, Jhon, menegaskan bahwa kebutuhan ini sudah sangat mendesak.
“Masyarakat Desa Katikuwai saat ini sangat membutuhkan jalan transportasi, jembatan, listrik, dan jaringan internet. Ini bukan sekadar keinginan, tapi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup di zaman modern,” tegasnya saat memberikan keterangan resmi.
Ketimpangan infrastruktur ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mematikan potensi generasi muda. Tanpa listrik dan internet, anak-anak sekolah di Desa Katikuwai dipastikan tertinggal jauh dalam arus digitalisasi pendidikan.
Redaksi menilai, pembiaran kondisi ini adalah bentuk pengabaian hak asasi warga negara untuk mendapatkan penghidupan dan akses fasilitas publik yang layak. Pemerintah tidak boleh hanya datang saat membutuhkan suara rakyat, namun menghilang saat rakyat berkubang di lumpur infrastruktur yang bobrok.
Poin-Poin Utama Tuntutan Warga:
– Pembangunan Jalan Permanen: Menghapus jalur “kubangan” yang menyiksa pengendara.
– Pembangunan Jembatan: Menghubungkan akses desa yang selama ini terisolasi.
– Elektrifikasi Desa: Mengakhiri kegelapan yang menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan.
– Akses Internet: Memberikan hak informasi dan komunikasi yang setara bagi warga pelosok.
Masyarakat Desa Katikuwai menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji di atas kertas atau peninjauan tanpa realisasi.
Publisher -Red
Reporter CN -Jhon Ethan
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










