
PAPUA, INTAN JAYA – Semangat gotong royong dan tekad kuat ditunjukkan oleh masyarakat dan para intelektual di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Selama hampir tiga bulan terakhir, mereka bahu-membahu melakukan perbaikan intensif pada Lapangan Terbang Perintis Hitadipa, yang merupakan urat nadi vital bagi konektivitas di wilayah pegunungan.
Di bawah koordinasi para tokoh intelektual setempat, termasuk Detinus Sani, Elpinus Bilambani, Yosafat Sani, dan Henius Janambani, warga secara swadaya bekerja keras untuk mengatasi tantangan operasional. Sejumlah perbaikan telah dilakukan, termasuk mengatasi permukaan landasan yang licin dan menebang pohon-pohon tinggi di sekitar area bandara. Dedikasi ini tidak surut, bahkan setelah melewati waktu yang panjang, dengan harapan agar pesawat bersubsidi dari Nabire dan Timika dapat kembali mendarat secara rutin.
Sebagai hasil dari kerja keras ini, uji coba penerbangan telah berhasil dilakukan oleh Tariku Aviation. Bahkan, tiket bersubsidi untuk rute Nabire-Hitadipa telah mulai beroperasi, membawa secercah harapan bagi masyarakat. Meskipun demikian, perbaikan teknis lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional jangka panjang.
Inisiatif yang dilakukan oleh masyarakat dan para intelektual Hitadipa mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Bupati Intan Jaya secara konsisten memberikan apresiasi dan dukungan terhadap semua kegiatan di Distrik Hitadipa, khususnya dalam upaya pemeliharaan infrastruktur vital ini. Dukungan dari pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan lapangan terbang ini dapat terus melayani kebutuhan transportasi dan perekonomian warga.
Upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan para intelektual Hitadipa tidak hanya sekadar membangun kembali sebuah landasan pacu. Ini adalah kisah inspiratif tentang bagaimana inisiatif dari bawah, dipadukan dengan dukungan pemerintah, dapat menghasilkan perubahan signifikan bagi pembangunan daerah. Lapangan terbang ini bukan hanya fasilitas transportasi, melainkan juga simbol harapan dan kemandirian bagi masyarakat di pedalaman Papua.
Publisher -Red
Reporter CN -Detinus Sani