PRABUMULIH – 20 Januari 2025– Geliat rotasi kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih disambut tantangan besar oleh aktivis anti-korupsi. Watch Relation of Corruption (WRC) Unit Prabumulih secara resmi melayangkan “raport merah” berisi daftar panjang dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih, mulai dari sektor kesehatan hingga infrastruktur teknologi informasi.
Kehadiran Alvera Primadona, S.H., M.H., sebagai Kepala Kejari Prabumulih yang baru pada 12 Januari 2025 lalu, memang disambut banjir karangan bunga. Namun, bagi WRC, estetika halaman kantor jaksa tersebut tidak boleh mengaburkan mata penegakan hukum.
“Banyaknya karangan bunga jangan sampai melunakkan integritas. Kami harap Kejari tetap tegak lurus meski di tengah euforia penyambutan,” tegas Ketua WRC Unit Prabumulih, Pebrianto.
WRC telah mengajukan surat permohonan audiensi untuk membedah lima skandal dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang periode 2022-2025, di antaranya:
– RSUD Kota Prabumulih: Dugaan korupsi dan penyalahgunaan jabatan.
– Disdikbud & Bagian Umum (Sekda): Indikasi penyelewengan anggaran.
– Skandal WiFi Diskominfo (2022-2025): Dugaan manipulasi pengadaan barang/jasa jaringan internet.
– Dinas Kesehatan: Dugaan pengalihan kegiatan yang seharusnya masuk Belanja Modal (BM) TA 2024.
– Pembangunan Kantor Kelurahan TA 2025: Dugaan maladministrasi dan cacat hukum yang laporan sebelumnya terkesan “jalan di tempat”.
Hingga Selasa (20/01/2025), kejelasan jadwal audiensi masih mengambang. Kasi Intel Kejari Prabumulih, Aji Martha, S.H., menyatakan bahwa permohonan tersebut akan diakomodir, meski belum ada jadwal pasti.
“Tetap akan diakomodir, namun waktunya belum terjadwal, entah minggu ini atau minggu depan,” ujar Aji singkat saat dikonfirmasi di kantornya.
Ketidakpastian ini memicu reaksi keras dari Divisi Pengawasan dan Penindakan WRC, Suandi alias Adi Betung. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika permohonan dialog tersebut diabaikan.
“Kami masih menghormati prosedur dengan mengajukan audiensi. Namun, jika sampai akhir Januari ini tetap tidak ada kejelasan, jangan salahkan jika Februari nanti kami turun ke jalan. Kami akan gelar orasi besar-besaran di depan kantor Kejari,” tegas Adi Betung.
Publik kini menanti, apakah kepemimpinan baru di Kejari Prabumulih akan menjadi angin segar bagi pemberantasan korupsi, atau justru hanya menjadi bagian dari seremoni karangan bunga semata.
Publisher -Red
Reporter CN -Febri
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










