Kebumen – 24 April 2026– Krisis air yang sempat mengancam sektor pertanian di Desa Surotrunan, Kecamatan Alian, kini menemukan titik terang. Respon cepat lintas sektor berhasil memastikan aliran air mulai membasahi lahan persawahan warga melalui optimalisasi saluran irigasi, sekaligus menyudahi kekhawatiran petani akan ancaman gagal tanam atau puso.
Langkah konkret ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wakil Bupati Kebumen kepada Dinas Pertanian, yang segera diturunkan dalam bentuk koordinasi taktis di lapangan. Upaya penyelamatan ini melibatkan kolaborasi solid antara Pemerintah Desa Surotrunan, Dinas Pertanian, hingga petugas teknis dari BBWSSO Bedegolan.
Proses pengaliran air ini dikawal ketat oleh tokoh aktivis masyarakat, Akif Fatwal, bersama kelompok tani setempat. Kehadiran mereka memastikan distribusi air melalui irigasi swadaya berjalan lancar dan merata untuk menyelamatkan sedikitnya 35 hektare lahan sawah yang sedang memasuki Masa Tanam 2.
Sekretaris Desa Surotrunan, Ahmad, menyampaikan bahwa solusi ini adalah hal nyata yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ia mengapresiasi koordinasi yang baik dari semua pihak sehingga air bisa segera mengalir dan masa tanam dapat dimulai tepat waktu.
Keberhasilan penanganan krisis ini juga mendapat perhatian dari sektor sipil. Pendiri LSM Gemaraya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan respon cepat dalam mensolusikan permasalahan ini.
Selain memberikan apresiasi, LSM Gemaraya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengawal dan memberikan pendampingan bagi warga yang membutuhkan bantuan, baik terkait permasalahan sosial maupun persoalan hukum.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










