KABUPATEN BEKASI – Sejumlah wali murid SDIT Misbahul Barokah di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan adanya dugaan pungutan biaya yang dinilai memberatkan. Keluhan tersebut mencakup biaya pengadaan paket buku dengan nominal mencapai jutaan rupiah serta iuran bulanan untuk fasilitas sekolah.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menuturkan, biaya yang dibebankan dianggap tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi mereka.
“Kami diminta membayar sekitar dua juta rupiah untuk paket buku. Hal ini tentu cukup memberatkan bagi kami. Kami berharap ada transparansi dan peninjauan kembali mengenai kebijakan biaya ini,” ujarnya saat ditemui, Kamis (19/6/2026).
Praktik pungutan di lingkungan sekolah swasta diatur secara ketat oleh regulasi pendidikan di Indonesia, di antaranya Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 mengenai peran Komite Sekolah. Aturan tersebut menekankan bahwa partisipasi masyarakat harus bersifat sukarela dan tidak boleh menjadi beban yang memberatkan orang tua murid.
Guna mendapatkan keberimbangan informasi, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah pada Kamis (19/6/2026). Namun, pihak sekolah menyatakan bahwa pimpinan yayasan sedang tidak berada di tempat.
“Bapak sedang tidak ada di tempat, sedang pulang kampung,” ujar salah satu staf yayasan saat ditemui di lokasi.
Selain itu, upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp juga telah dilayangkan kepada Kepala Sekolah SDIT Misbahul Barokah berinisial MAS. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait keluhan wali murid tersebut.
Kondisi ini memicu harapan bagi pihak terkait untuk meninjau kembali operasional sekolah agar tetap sejalan dengan prinsip pendidikan nasional. Pemerhati pendidikan setempat meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk dapat melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada penyelenggara pendidikan mengenai regulasi biaya operasional yang dibenarkan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang dialog antara pihak sekolah dan wali murid, sehingga transparansi keuangan sekolah dapat terjaga dengan baik tanpa mengesampingkan kualitas pendidikan bagi siswa.
Redaksi memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan klarifikasi demi memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










