KEBUMEN, CN – Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, kinerja serapan anggaran pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen menuai kritik tajam. Data pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (INAPROC) per 10 Juli 2026 menunjukkan ketimpangan yang mencolok antara nilai perencanaan dengan realisasi fisik di lapangan.
Berdasarkan data monitoring dashboard pengadaan, total nilai Rencana Umum Pengadaan (RUP) instansi ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 118,3 miliar dari total belanja pengadaan Rp 133,7 miliar. Namun, hingga hari ini, realisasi penyerapan dana baru menyentuh angka Rp 13,4 miliar, atau hanya sekitar 11,4% dari target.
Artinya, masih ada lebih dari Rp 104,8 miliar anggaran yang belum terserap. Angka ini mencerminkan lambannya eksekusi program yang seharusnya menjadi motor penggerak pendidikan dan pembangunan di Kebumen.
Pengamat publik menilai, rendahnya angka realisasi ini menunjukkan manajemen pengadaan yang tidak efisien. Dari total 914 paket yang direncanakan, baru 39 paket yang terealisasi (sekitar 4,27%). Hal ini mengindikasikan adanya hambatan birokrasi atau perencanaan yang tidak matang sejak awal tahun.
“Jika sudah bulan Juli namun realisasi baru menyentuh angka di bawah 12 persen, ini adalah sinyal peringatan. Ada potensi penumpukan pekerjaan di akhir tahun (Desember), yang secara teknis berisiko menurunkan kualitas hasil pekerjaan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Data menunjukkan bahwa dari sisi metode pemilihan, paket “Pengadaan Langsung” mendominasi dengan 543 paket (Rp 17 miliar), namun tingkat realisasinya sangat minim, baru Rp 650 juta. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai urgensi dan kesiapan teknis dinas dalam mengeksekusi program belanja barang dan jasa.
Selain masalah serapan, publik juga menyoroti efektivitas belanja modal. Meskipun klaim penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) terlihat tinggi secara persentase, namun secara nominal, pergerakan realisasi tersebut masih sangat lambat.
Publik menuntut transparansi dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen terkait kendala riil di lapangan. Apakah ini masalah ketersediaan SDM, lemahnya perencanaan tender, atau adanya kendala teknis lain?
Redaksi akan terus memantau pergerakan data realisasi ini secara periodik. Publik berhak tahu ke mana arah penggunaan uang rakyat yang hingga saat ini masih tertahan di sistem. Jika kondisi ini terus berlanjut hingga kuartal ketiga, maka pihak-pihak terkait harus dievaluasi kinerjanya demi menyelamatkan kepentingan publik.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










