KEBUMEN, CN – Kinerja penyerapan anggaran pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2026 mendapat sorotan publik. Berdasarkan data sistem Monitoring Dashboard INAPROC yang diakses pada Jumat (10/7/2026), terdapat ketimpangan yang signifikan antara rencana dan realisasi pengadaan.
Hingga pertengahan tahun, data menunjukkan total Rencana Umum Pengadaan (RUP) mencapai Rp 138.844.359.690. Namun, realisasi belanja yang tercatat dalam sistem hanya sebesar Rp 28.141.556.653. Angka ini menunjukkan bahwa serapan anggaran baru terealisasi 20,27 persen.
Ketimpangan paling mencolok terlihat pada metode Pengadaan Langsung dan metode Dikecualikan. Pada metode Pengadaan Langsung, dari target 217 paket, realisasi yang terakomodasi baru mencapai 7 paket. Sementara itu, pada metode Dikecualikan dengan nilai rencana mencapai Rp 72.292.542.310, tercatat belum ada realisasi (nol persen).
Kondisi serupa terjadi pada kategori Jasa Lainnya. Dari rencana pengadaan senilai Rp 75.799.838.310, realisasi yang tercatat hanya sebesar Rp 1.874.763.644. Rendahnya realisasi ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas manajemen pengadaan, serta risiko menumpuknya proyek di akhir tahun yang berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan dan efisiensi anggaran.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan data faktual yang terekam secara resmi pada sistem monitoring pemerintah. Seluruh data telah diverifikasi melalui tangkapan layar sistem Monitoring Dashboard INAPROC per tanggal 10 Juli 2026 pukul 12:20:00 WIB sebagai bukti otentik.
Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dan Pasal 3, redaksi memberikan ruang seluas-luasnya kepada pihak Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab terkait temuan data tersebut. Hal ini penting guna menjaga keberimbangan informasi dan memastikan transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari masyarakat.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










