KEBUMEN, CN 31 Juli 2026 – Pertemuan audiensi antara perwakilan elemen masyarakat dengan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Kebumen berlangsung hangat namun intens di gedung dewan setempat. Rombongan Bradanala berdaya yang dipimpin oleh Ketua Nya , serta Ketua Dewan Kebudayaan Kebumen (DKK), Muhammad Basikun alias Petruk, diterima langsung oleh Ketua DPRD Kebumen H. Saman dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Bu Handini, serta jajaran pimpinan Badan Anggaran (Banggar).
Audiensi ini turut dihadiri jajaran eksekutif dari Sekretariat Daerah, Bappeda, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas krusialnya penyelarasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Ketua DPRD Kebumen, H. Saman, menyambut baik inisiatif dan partisipasi aktif dari Badranala Berdaya dan Dewan Kebudayaan Kebumen. Pihaknya mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap pengawalan arah pembangunan daerah.
“Kami menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bradanala berdaya, Pak Basikun, serta rekan-rekan sekalian. Ini adalah wujud partisipasi masyarakat yang memberikan amunisi, nutrisi, sekaligus penguatan bagi evaluasi pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Kebumen,” ujar H. Saman dalam pembukaan audiensi.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan dewan memaparkan bahwa proses pembahasan KUA-PPAS 2027 telah mendekati tahap final. Sesuai target, nota kesepakatan KUA-PPAS direncanakan rampung dan ditandatangani melalui rapat paripurna pada Rabu mendatang.
Mengingat mepetnya tenggat waktu, masukan dari elemen masyarakat dinilai sangat krusial sebelum keputusan akhir disahkan.
Di sisi lain, Ketua Badranala Berdaya, Dirgo yuwono menyampaikan sorotan kritis terkait materi rancangan program dan kegiatan yang sedang dibahas. Pihaknya menilai masih terdapat sejumlah ketidakselarasan antara alokasi anggaran dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kedatangan kami didasari oleh hasil pencermatan terhadap materi rancangan KUA-PPAS. Kami melihat masih banyak program dan kegiatan yang belum koheren dengan cita-cita besar RPJMD, bahkan dalam beberapa aspek terkesan menyimpang dari arah perencanaan yang seharusnya,” tegas ketua Bradanala berdaya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Kebudayaan Kebumen, Muhammad Basikun alias Petruk, mengkritisi pembangunan sektor kebudayaan yang dinilai belum mendapat porsi memadai. Meski visi RPJMD mengusung semangat masyarakat yang berbudaya, implementasi program di KUA-PPAS dianggap masih amat sempit dan mendominasi kegiatan yang bersifat seremonial semata.
Petruk mendesak agar empat pilar pemajuan kebudayaan mulai dari perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, hingga pembinaan diterjemahkan secara utuh ke dalam alokasi anggaran OPD terkait, bukan sekadar anggaran agenda tahunan.
Selain sektor kebudayaan, forum tersebut juga mengkritisi efektivitas anggaran pada program pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM, serta pentingnya pengawalan aspirasi masyarakat agar tidak terabaikan dalam struktur APBD. Audiensi kemudian dilanjutkan dengan tanggapan teknis dari jajaran eksekutif guna memastikan KUA-PPAS 2027 benar-benar memberikan dampak optimal bagi kemajuan masyarakat Kebumen.
Publisher -Redย
Reporter CN -Waluyoย
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











