PAGAR ALAM, CN – 4 Agustus 2026 – Kinerja serapan anggaran di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pagar Alam untuk Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan tajam. Berdasarkan data dari situs resmi pemerintah yang diperbarui pada Agustus 2026, realisasi penyerapan anggaran instansi tersebut dinilai sangat lamban.
Dari total Rencana Umum Pengadaan senilai Rp 2.975.327.833 yang mencakup 515 paket kegiatan, anggaran yang baru berhasil direalisasikan per 4 Agustus 2026 baru mencapai Rp 100.100.000 atau hanya 3,4 persen dari total keseluruhan.
Dari total 515 paket kegiatan yang direncanakan yang terbagi ke dalam penyedia sebanyak 428 paket dan swakelola sebanyak 87 paket baru ada 3 paket saja yang terealisasi. Artinya, masih ada sekitar 512 paket atau 96,6 persen sisa belanja yang belum tersentuh realisasi.
Rincian Data:
– Total Pagu Anggaran: Rp 2.975.327.833 (515 Paket)
– Total Realisasi: Rp 100.100.000 (3 Paket)
– Sisa Belanja Belum Terealisasi: Rp 2.875.227.833 (512 Paket / 96,6%)
Lambannya serapan anggaran ini memantik kritik pedas. Sebagai instansi yang memegang komando utama dalam perencanaan pembangunan daerah, Bappeda seharusnya menjadi teladan dalam eksekusi program yang efisien dan tepat waktu.
Keterlambatan eksekusi anggaran berisiko memicu penumpukan penyerapan di akhir tahun yang dapat menurunkan kualitas pekerjaan akibat pola kerja kejar tayang.
Redaksi memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya bagi semua pihak termasuk pemerintah kota Pagaralam
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











