BANGGAI LAUT, CN 13 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Banggai Laut menggelar Pertemuan Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten Banggai Laut Tahun 2026 di Adean, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, S.H., M.Si., didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB, Aryanto A. Latta, S.H., M.Si., Asisten I Setda Aswin Musa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Laut, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Banggai Laut.
Dalam arahannya, Bupati Sofyan Kaepa menaruh perhatian khusus pada upaya pencegahan pernikahan dini dengan mengimbau jajaran Kementerian Agama untuk memperketat pengawasan dan edukasi di masyarakat.
Selain itu, Bupati memberikan instruksi tegas kepada petugas Dinas Kesehatan agar menerapkan strategi “jemput bola” (door-to-door). Dinkes diminta aktif berkoordinasi lintas sektor mulai dari para Kepala Sekolah, Ketua RT, hingga Kepala Dusun guna memastikan seluruh balita dan keluarga berisiko stunting terdata dan tertangani dengan baik.
“Jangan sampai ada warga terdampak stunting yang terlewati. Petugas kesehatan harus turun langsung secara door-to-door. Jika ditemukan ada warga terdampak yang terlewatkan akibat kelalaian, saya tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada jajaran Dinas Kesehatan,” tegas Sofyan Kaepa saat memberikan arahan di Kecamatan Banggai Tengah.
Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut terus berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas dan tenaga medis. Saat ini, RSUD Banggai Laut telah didukung oleh sejumlah dokter spesialis, yang sebagian besar merupakan putra-putri daerah yang disekolahkan atas bantuan Pemda.
Capaian cakupan jaminan kesehatan daerah (UHC Utama) Kabupaten Banggai Laut kini telah mencapai 98,97%. Tak hanya menetap di rumah sakit pusat, sebanyak 6 dokter spesialis juga diturunkan langsung menyisir pulau-pulau terluar, seperti Pulau Togong Sagu di Kecamatan Bangkurung, Kecamatan Labobo, hingga Kecamatan Bokan Kepulauan.
Bupati juga menekankan pentingnya peran Camat, Lurah, hingga Kepala Desa sebagai garda terdepan dalam penyampaian informasi publik, khususnya mengenai penanganan stunting dan perkembangan pelayanan masyarakat.
Untuk mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana medis, Bupati meminta percepatan dan akurasi pelaporan data dari tingkat bawah. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar kuat bagi Pemda dalam berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI guna mengucurkan anggaran serta bantuan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Banggai Laut.
Di akhir arahannya, Bupati mengimbau Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta seluruh jajaran Camat, Lurah, dan Kepala Desa untuk berkolaborasi menjagakebersihan lingkungan. Pemasangan imbauan buang sampah pada tempatnya perlu dimaksimalkan di titik-titik strategis.
Dengan nada berseloroh namun sarat makna, Bupati menyampaikan pesan unik agar masyarakat tergerak menjaga kebersihan:
“Sampaikan ke warga, kalau perlu pasang papan pemberitahuan: ‘Kalau buang sampah tidak pada tempatnya, sama saja Anda membuang istri Anda.’ Ini candaan, tapi maknanya serius agar kita semua sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan,” pungkasnya penuh kehangatan.
Reporter CN -Faisal
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










