
Kebumen, 29 Agustus 2025 — Narasi gemilang investasi strategis yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kebumen kini terancam runtuh, meninggalkan kekecewaan mendalam di hati ribuan warga. Proyek pembangunan pabrik sarung tangan oleh PT JJG Spotec Indo, yang dijanjikan akan membuka 5.000 lapangan kerja, stagnan tanpa jejak kemajuan. Ini bukan sekadar penundaan, melainkan kegagalan pemerintah daerah untuk memenuhi janji yang telah digaungkan secara masif.
Pengumuman penuh optimisme oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada 2 Mei 2025 lalu kini terdengar ironis. Klaim bahwa seluruh perizinan telah tuntas—sebuah prasyarat vital untuk memulai proyek—tampaknya hanya buih di atas air. Tim investigasi kami membuktikan sebaliknya: lahan yang dijanjikan di desa Purbowangi kec Rowokele masih kosong melompong. Tidak ada satu pun tanda aktivitas konstruksi, tidak ada alat berat, bahkan tidak ada papan proyek yang seharusnya menjadi bukti nyata keseriusan. Kondisi ini secara telanjang membantah narasi resmi pemerintah.
Stagnansi ini memicu kemarahan dan kecurigaan publik, yang merasa telah diberi harapan palsu. M (48), warga setempat, dengan gamblang menyampaikan kekecewaannya. “Belum ada tanda-tanda kegiatan proyek, masih kosong,” ujarnya. Lebih jauh, ia menuntut kejujuran dari pemerintah. “Kalau perizinan sudah clear, hambatan terbesar lainnya adalah konflik kepentingan para pihak yang dominan… disinyalir ada oknum pejabat dan oknum mantan pejabat yang ingin memiliki saham mayoritas.”
Pernyataan senada diperkuat oleh Hariyanto, Ketua Kajian Kebijakan Daerah Kebumen (K3d). “Pemerintah Kabupaten Kebumen harus jujur dan terbuka,” tegasnya. “Sinyalemen yang beredar tentang oknum pejabat yang berusaha menguasai saham mayoritas dalam proyek ini sangat meresahkan. Ini mengindikasikan adanya permainan kotor di balik layar yang menghambat laju investasi.”
Ketiadaan penjelasan resmi dari pihak terkait bukan hanya mengikis kepercayaan publik, tetapi juga menunjukkan kegagalan sistemik dalam akuntabilitas dan transparansi. Pemerintah daerah, yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat, justru memilih bungkam di tengah krisis kredibilitas ini.
Kami menuntut Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk menghentikan retorika kosong dan segera memberikan penjelasan yang transparan dan rinci. Masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan biarkan harapan ribuan warga menjadi korban dari janji-janji politik yang tidak pernah menjadi kenyataan.
Publisher -Red
Reporter CN Waluyo/Tim