
BREBES, JAWA TENGAH – Haiah As-Shofwah Al-Malikiyyah, sebuah organisasi yang menghimpun para alumni Abūya As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawī al-Mālikī al-Hasanī, akan menyelenggarakan Multaqo Internasional (Pertemuan Internasional) ke-33. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu-Kamis, 20-21 Agustus 2025 (bertepatan dengan 26-27 Safar 1447 H) di Pondok Pesantren Darussalam, Jatibarang, Brebes.
Multaqo kali ini mengusung tema “Peran Pemikiran Abūya Al-Mālikī Menuju Indonesia baldatun thoyibun marobbul kabur warobbun Ghofur.” Tema ini dipilih untuk mengkaji lebih dalam kontribusi pemikiran serta ajaran Abūya Al-Mālikī yang dikenal moderat dan inklusif. Acara ini terselenggara berkat dukungan penuh dari tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Syeh Sholeh Basalamah.
Acara ini akan dihadiri oleh utusan Abūya Sayyid Ahmad Muhammad Alwī Al-Mālikī Al-Hasanī. Kehadiran utusan tersebut menjadi sorotan utama dan diharapkan dapat memperkuat ikatan spiritual serta intelektual antara para alumni.
Selain itu, acara ini juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, wakil gubernur Jawa Tengah termasuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun M.A., Ph.D.. Beliau yang juga merupakan salah satu tokoh Haiah As-Shofwah Al-Malikiyyah, menyampaikan pentingnya acara ini.
“Multaqo ini adalah momentum berharga bagi para alumni untuk merefleksikan kembali peran strategis kita dalam masyarakat. Pemikiran Abūya Al-Mālikī yang inklusif dan moderat sangat relevan untuk menjaga keutuhan dan keberagaman Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan akan mengisi Multaqo ke-33, termasuk seminar dan diskusi panel yang akan membahas implementasi ajaran Abūya Al-Mālikī dalam konteks tantangan modern, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga politik.
Pihak penyelenggara mengundang masyarakat umum, khususnya para santri, ulama, dan akademisi, untuk mengikuti perkembangan acara ini.
Publisher -Red