BENGKULU – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada Kamis (2/4/2026). Massa menuntut penguatan supremasi sipil dan mendesak agar institusi TNI tetap fokus pada fungsi pertahanan negara sesuai mandat undang-undang.
Aksi ini dipicu oleh keprihatinan mahasiswa terhadap dugaan tindakan represif yang menimpa seorang aktivis baru-baru ini. Koordinator Aksi, Rizki, menyatakan bahwa solidaritas mahasiswa muncul setelah viralnya kasus penyiraman air keras terhadap aktivis di media sosial yang diduga melibatkan oknum anggota TNI.
“Kami datang untuk menuntut komitmen negara agar TNI kembali ke barak dan tidak mengintervensi urusan sipil. Kasus kekerasan terhadap aktivis yang melibatkan oknum aparat adalah alarm keras bagi demokrasi kita,” ujar Rizki di sela-sela aksi.
Situasi di depan gerbang DPRD sempat memanas saat massa mencoba masuk ke dalam kompleks gedung untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Ketegangan sempat terjadi antara peserta aksi dan aparat kepolisian yang berjaga, lantaran mahasiswa merasa akses mereka untuk bertemu wakil rakyat terhambat.
Meski demikian, pihak kepolisian terus berupaya melakukan pendekatan persuasif dan membuka ruang komunikasi dengan koordinator lapangan guna menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini dilaporkan, massa belum berhasil menemui anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Berdasarkan informasi dari sekretariat dewan, sebagian besar anggota legislatif sedang melaksanakan agenda perjalanan dinas di luar daerah.
Menanggapi hal tersebut, Rizki menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan surut. Ia menyatakan massa akan tetap bertahan dan mengancam akan membawa gelombang massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera diakomodasi oleh pimpinan DPRD.
“Jika hari ini kami tidak diberikan ruang untuk berdialog dengan anggota dewan, kami pastikan akan kembali dengan eskalasi massa yang lebih besar,” pungkas Rizki.
Kondisi lalu lintas di sekitar area gedung DPRD terpantau padat namun tetap terkendali dengan penjagaan ketat dari personel gabungan.
Publisher -Red
Reporter CN -Riski
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










