KENDAL CN – Pemerintah Desa Kalirejo resmi meluncurkan Balai Ternak Rejoagung Farm di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Selasa (9/6/2026). Peluncuran dihadiri Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi Keuangan dan Operasional sekaligus Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ & CSR Baznas RI, Mokhamad Mahdom, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kendal, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Kepala Kemenag Kendal, Ketua Baznas Kendal, Forkopimcam Kangkung, serta tamu undangan.
Mokhamad Mahdom mengatakan, balai ternak bertujuan mengentaskan kemiskinan dengan membina peternak mustahik melalui modal, pelatihan pendampingan, dan bantuan pemasaran agar mandiri secara ekonomi.
“Harapannya penerima manfaat ini bisa berubah perekonomiannya, punya bisnis sendiri, mandiri, dan bisa menolong yang lain. Jadi memutus rantai ketergantungan mustahik menjadi muzakki melalui sektor peternakan,” ujar Mahdom.
Balai Ternak Desa Kalirejo merupakan titik ke-60 dari 70 program beternak domba/kambing yang dikembangkan Baznas. Untuk program ini, Baznas RI menggelontorkan Rp611.079.000. Dana dialokasikan untuk 186 ekor domba/kambing, terdiri dari 6 pejantan dan 180 betina, pengadaan sarana prasarana, serta kegiatan seremonial.
Pemkab Kendal melalui Baznas Kendal turut menyumbang Rp75 juta untuk pembangunan kandang. Sementara Pemdes Kalirejo lewat BUMDes Kamajaya mengucurkan Rp150 juta. Total nilai program mencapai Rp836.079.000.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai program balai ternak akan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Ia meminta pengelolaannya dilakukan secara profesional agar bisa berkembang seperti balai ternak di wilayah Sukorejo.
“Keberhasilan di Sukorejo bisa menjadi pemantik bagi Balai Ternak Desa Kalirejo untuk terus berinovasi. Mereka tidak hanya fokus di ternak, tapi sudah melebarkan sayap bisnis ke pengolahan pupuk organik cair maupun padat,” jelas Bupati Tika.
Kepala Desa Kalirejo, Teguh Sumaryanto, berkomitmen agar program ini tidak berhenti di seremonial. Pengelolaan diserahkan ke BUMDes Kamajaya dengan pengawasan jangka panjang. Pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Pangan Kendal melalui pendampingan rutin.
Teguh menambahkan, meski baru diluncurkan, balai ternak sudah berjalan 1,5 bulan. “Alhamdulillah beberapa hewan ternak sudah laku untuk hewan kurban kemarin. Sebelum launching sudah dapat pesanan kurban sekitar 20 ekor,” ungkapnya.
Ia berharap balai ternak terus berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan warga, ekonomi desa, dan memberi ilmu mengelola ternak secara modern.
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










