KEBUMEN, CN – 1 Juni 2026 – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, menjadi saat yang tepat bagi seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila untuk menyalakan kembali api semangat patriotisme. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kebumen, Edy Purwanto, mengajak seluruh kader untuk menjadikan Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan nyawa dalam setiap denyut nadi pengabdian.
“Pancasila adalah warisan luhur yang dirumuskan dengan keringat dan air mata serta darah para pendiri bangsa. Hari ini, di tengah tantangan zaman, kita memikul tanggung jawab besar untuk menjaga marwah tersebut. Kepada seluruh kader, inilah saatnya mempertegas loyalitas kita: setia kepada ideologi, setia kepada organisasi, dan setia kepada kepentingan rakyat,” tegas Edy dengan penuh khidmat.
Edy mengingatkan bahwa Pemuda Pancasila bukanlah organisasi yang lahir kemarin sore. Ormas ini lahir sejak zaman perjuangan bangsa, tumbuh di tengah gelombang sejarah, dan hingga hari ini berdiri kokoh sebagai benteng kedaulatan NKRI.
“Kita adalah pewaris semangat para pejuang. Sebagai ormas dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia, kita adalah barisan yang tak terpisahkan. Loyalitas kader adalah napas organisasi ini. Kekompakan kita adalah kekuatan yang membuat Pemuda Pancasila tetap tegak berdiri, tak tergoyahkan oleh zaman, dan akan terus relevan sepanjang masa,” imbuhnya.
Kekuatan organisasi ini tidak lepas dari tempaan disiplin yang keras. Komandan Komando Inti (KOTI) Mahatidana MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kebumen, Suramin, menegaskan bahwa kualitas seorang kader diukur dari komitmennya terhadap pendidikan dan kedisiplinan.
“Setiap anggota Komando Inti ditempa melalui Diklat yang ketat. Kami dididik untuk disiplin, tegas, kuat, dan yang terpenting: kompak dalam satu komando. Kami bukan hanya sekadar anggota, kami adalah contoh teladan di tengah masyarakat,” ujar Suramin.
Menurutnya, seragam yang dikenakan bukanlah sekadar atribut, melainkan simbol tanggung jawab moral dan pengabdian. “Seorang kader Pemuda Pancasila harus memiliki mental baja dan hati yang mengabdi. Ketika kita disiplin dan bersatu, kita mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan menjadi pelindung bagi masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya dengan tegas.
Kini, Pemuda Pancasila telah bertransformasi menjadi organisasi modern yang adaptif namun tetap memegang teguh jati diri. Di Kebumen, seluruh kader berkomitmen untuk selalu hadir sebagai solusi di tengah problematika sosial.
Edy Purwanto menutup seruannya dengan pesan yang menggugah: “Kepada seluruh kader, jangan pernah lelah mencintai tanah air ini. Jadilah pemuda yang disiplin, jadilah pemimpin yang tegas, dan tetaplah kompak dalam barisan. Pancasila adalah rumah kita, dan Pemuda Pancasila adalah garda terdepan penjaganya. Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang! Pancasila Abadi!”
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










