BENGKULU, 19 April 2026- – Pembangunan jembatan di kawasan Kebun Tebeng yang menelan anggaran fantastis dengan nilai pagu mencapai Rp3,5 Miliar kini menuai sorotan tajam. Alih-alih memberikan kenyamanan paripurna, proyek di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini justru menyisakan “PR” buruk rupa berupa instalasi kabel jaringan yang menjuntai semrawut ke dalam saluran drainase (siring).
Pantauan di lapangan, tumpukan kabel yang diduga milik PT Telkom tersebut melintang rendah hingga menyentuh permukaan air. Akibatnya, sampah rumah tangga tersangkut dan menumpuk, memicu kekhawatiran warga akan terjadinya penyumbatan siring dan banjir di musim penghujan.
Seorang warga setempat yang rumahnya berbatasan langsung dengan jembatan mengungkapkan kekecewaannya. Dalam sebuah rekaman video yang diterima redaksi, ia mendesak para pemangku kepentingan (*stakeholder*) untuk segera merapikan kabel tersebut agar kembali pada fungsi dan estetika yang semestinya.
“Kami minta tolong segera dirapikan. Kalau air besar, sampah menumpuk karena terhalang kabel ini. Ini merusak pemandangan dan mengganggu aliran air,” ujar warga tersebut sembari menunjuk ke arah kabel yang malang melintang.
Senada dengan itu, beberapa warga lain yang enggan disebutkan namanya juga mempertanyakan koordinasi antara kontraktor pelaksana, Dinas PU, dan pihak Telkom. Mereka menilai, anggaran miliaran rupiah seharusnya mampu menghasilkan output yang rapi, bukan justru meninggalkan kesan kumuh dan pengerjaan yang “setengah hati”.
Ketidakrapian ini memunculkan pertanyaan besar terkait korelasi dan koordinasi antar instansi. Mengapa sebuah proyek infrastruktur besar bisa dianggap selesai tanpa memastikan utilitas di sekitarnya tertata kembali? Apakah tidak ada anggaran koordinasi pemindahan utilitas dalam pagu Rp3,5 Miliar tersebut?
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kebun Tebeng masih menanti aksi nyata. Jika dibiarkan berlarut, tumpukan kabel di dalam siring ini bukan hanya sekadar masalah estetika, melainkan bom waktu bagi kebersihan lingkungan dan drainase kota.
Redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas PU Kota Bengkulu serta manajemen PT Telkom terkait lambatnya penanganan instalasi di area jembatan tersebut.
Publisher -Red
Reporter CN -Riski
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










