ACEH SINGKIL, 9 April 2026- — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Aceh Singkil untuk segera merealisasikan komitmen penyusunan indikator keberhasilan Bimbingan Teknis (Bimtek) desa.
Desakan ini mencuat lantaran hingga kini belum ada kejelasan mengenai parameter evaluasi yang terukur terhadap berbagai program pelatihan yang telah diikuti oleh aparatur desa.
Ketua EK LMND Aceh Singkil, Surya Padli, menilai tanpa adanya indikator yang jelas, efektivitas kegiatan Bimtek sulit diukur dan berisiko hanya menjadi agenda seremonial yang menghabiskan anggaran.
“Kami menagih janji DPMK. Jangan hanya sekadar melaksanakan Bimtek, tetapi harus ada hasil konkret yang bisa diukur dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa,” tegas Surya dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Surya, indikator keberhasilan tersebut sangat krusial sebagai acuan penilaian peningkatan kapasitas aparatur. Parameter tersebut seharusnya mencakup perbaikan kualitas pelayanan publik, transparansi pengelolaan anggaran, hingga kemampuan aparatur dalam menyusun program pembangunan partisipatif.
Sebelumnya, pihak DPMK Aceh Singkil sempat menyatakan komitmennya untuk menyusun standar evaluasi tersebut. Namun, LMND menilai realisasi di lapangan masih nihil.
LMND pun meminta DPMK segera mengambil langkah nyata dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan elemen masyarakat sipil, guna merumuskan indikator yang komprehensif.
“Kami akan terus mengawal isu ini. Dana dan program yang dialokasikan untuk desa harus memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah, bukan sekadar formalitas,” pungkasnya.
Publisher -Red
Reporter CN -Amri
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










