Kebumen – 13 April 2026- Fasilitas Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) di Dusun Soka Kidul, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sruweng, kini berada di pusaran kontroversi. Lembaga yang memegang mandat menyuplai nutrisi bagi 20 sekolah di wilayah Sruweng ini diduga beroperasi tanpa prosedur perizinan desa yang sah sembari meninggalkan jejak polusi yang dikeluhkan warga sekitar.
Berdasarkan surat pengaduan resmi dari Ketua RT 02/02 dengan nomor surat 03/IV/RT/2026, terungkap bahwa operasional dapur tersebut telah memicu pencemaran sumber air bersih dan polusi udara. Masalah ini diperkuat oleh pernyataan Pemerintah Desa melalui Kepala Desa Sidoharjo yang menyatakan bahwa hingga saat ini pihak desa belum pernah menerima atau menandatangani dokumen perizinan maupun pemberitahuan terkait pembangunan fasilitas tersebut di atas lahan milik seorang tenaga medis.
Kritik tajam muncul dari perangkat desa setempat yang menilai hal ini sebagai bentuk pengabaian standar kesehatan lingkungan. Bagaimana mungkin fasilitas yang menyuplai nutrisi ke puluhan sekolah beroperasi di atas ketidaktertiban administrasi dan membiarkan warga menghirup aroma menyerupai septic tank setiap hari. Standar gizi sekolah tidak boleh dibangun di atas penderitaan sanitasi warga.
Laporan dari Kepala Dusun setempat mengonfirmasi bahwa meski pipa pembuangan telah ditutup, limbah cair terdeteksi masih merembes secara alami ke drainase warga yang berujung ke area persawahan. Kondisi ini menjadi ancaman bagi ekosistem pertanian di wilayah Sruweng. Salah satu warga terdampak, Bapak Arif Mufrobil, bahkan mengalami kerusakan sumber air sumur yang menjadi keruh dan berbau.
Menanggapi keluhan tersebut, Mas Faik selaku Kepala Dapur SPPG Sruweng memberikan hak jawabnya mengenai langkah perbaikan yang sedang berjalan. Pihak manajemen menyatakan telah melakukan pengurasan bak penampungan secara intensif sebanyak tiga kali sejak komplain muncul dan berencana melanjutkan pembersihan secara berkala.
Mengenai solusi jangka panjang, pihak dapur menjelaskan bahwa sistem IPAL yang baru saat ini sedang dalam proses pemesanan. Kami sedang menunggu waktu sekira dua minggu kalender untuk pengiriman dan pemasangan oleh tenaga ahli. Selain itu, pihak pengelola juga menyatakan telah bertanggung jawab atas kerusakan sumur warga dengan menyetujui pembiayaan pembuatan sumur bor baru.
Pihak Korwil dilaporkan telah turun ke lapangan untuk meninjau lokasi dan menyarankan perbaikan segera agar fungsi distribusi makanan ke 20 sekolah tidak terganggu. Kini masyarakat dan pemerintah desa menunggu realisasi janji perbaikan sistem pengolahan limbah tersebut serta kejelasan status perizinan operasional fasilitas di lingkungan mereka.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










