
BUNGKU UTARA – Proyek pembangunan jalan lingkungan di Dusun II, Desa Tanakuraya, Kecamatan Bungku Utara, menjadi sorotan tajam. Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Sulawesi Tengah menemukan dugaan ketidaksesuaian antara kualitas pekerjaan di lapangan dengan anggaran yang tercantum pada papan proyek.
Proyek senilai Rp 99.891.000,00 yang bersumber dari APBD ini dinilai tidak memenuhi harapan masyarakat. Menurut Ketua LP2KP Sulawesi Tengah, Moh. Yamin, pekerjaan tersebut disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
“Kualitasnya sangat tidak sesuai dengan anggaran yang tertera. Ini ada dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi RAB,” ujar Moh. Yamin.
LP2KP juga menyoroti jadwal pengerjaan proyek. Berdasarkan kontrak, pekerjaan seharusnya dimulai sejak bulan Juni. Namun, faktanya, pengerjaan baru dimulai pada akhir Agustus secara tergesa-gesa. Kondisi ini memicu dugaan adanya pengerjaan yang “asal jadi” dan mengabaikan standar yang seharusnya.
“Pekerjaan seharusnya dimulai bulan Juni, sesuai kontrak SPK. Tapi kenyataannya baru dikerjakan di penghujung Agustus. Ini membuat pekerjaan terkesan asal jadi dan tidak mengikuti RAB. Kapan akan ada perubahan jika pengawasan oleh dinas terkait begitu lemah?” tegas Moh. Yamin.
Moh. Yamin menilai adanya kelalaian dari pihak pengawas dan konsultan yang bertanggung jawab. Mereka seolah “tutup mata” terhadap penyimpangan yang terjadi di lapangan.
“Tidak ada pengawasan sama sekali terhadap kontraktor. Seolah-olah mereka buta, pura-pura tidak melihat,” kritiknya.
Menanggapi hal ini, LP2KP Sulawesi Tengah mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk segera turun ke lokasi. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan sangat dibutuhkan untuk memastikan dana publik digunakan secara bertanggung jawab.
“Anggaran sebesar ini sangat disayangkan jika hasilnya tidak sesuai. Jika dibiarkan, ini sama saja ada pembiaran. Ada apa dengan kontraktor ini?” pungkas Yamin, mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas proyek.
Hingga rilis ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum dibalas. Tim media masih terus berupaya mendapatkan hak jawab dari pihak terkait untuk melengkapi pemberitaan.
Publisher -Red
Reporter CN -Nakir