KEBUMEN, 8 April 2026-– Keluhan warga terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ceria di kawasan Gombong memasuki babak baru. Meski sempat dimediasi pada akhir tahun 2025, masalah klasik berupa aroma menyengat dan dugaan kebocoran limbah cair ke saluran pemukiman kembali mencuat ke permukaan.
Pantauan tim media di lokasi yang berada di belakang kawasan Sumber Baru Motor pada Rabu (8/4/2026), menemukan fakta yang kontras dengan klaim perbaikan manajemen. Aroma tajam yang menusuk hidung masih terasa jelas, bahkan hingga ke area depan gedung.
Fenomena menarik ditemukan saat tim melihat aktivitas pekerja yang sedang menyedot air dari dalam area gedung menggunakan pompa listrik. Air tersebut dibuang ke arah selatan menuju saluran yang diklaim sebagai jalur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Praktik penyedotan manual ini memperkuat dugaan warga bahwa sistem pengolahan limbah internal institusi tersebut belum berfungsi secara standar atau otomatis.
Kepala Kelurahan Gombong membenarkan adanya keresahan warga yang berlarut-larut. Saat ditemui di kantornya, ia mengungkapkan bahwa aduan terkait asap cerobong, semrawutnya parkir, hingga limbah cair sudah sampai ke telinga birokrasi sejak akhir tahun lalu.
“Karena ini program nasional, sifatnya kami koordinasi. Akhir 2025 sebenarnya sudah dimediasi di tingkat Kecamatan. Untuk asap dan parkir informasinya sudah ditindaklanjuti, namun terkait teknis IPAL, kami belum paham detailnya karena itu ranah teknis,” ujar Pak Lurah.
Menanggapi temuan tersebut, pihak pengelola SPPG Ceria melalui penanggung jawab IPAL yayasan, Edy, memberikan klarifikasi. Ia tidak menampik adanya kendala pada sistem pengolahan limbah yang saat ini sedang berjalan.
“Terkait IPAL, kami sudah memesan alatnya dan insya Allah sore ini datang. Tapi namanya barang di jalan, kita tidak tahu pasti jamnya. Besok atau minggu depan silakan datang lagi untuk melihat, pasti sudah jadi,” kata Edy meyakinkan.
Edy juga mengonfirmasi bahwa institusi ini berada di bawah naungan yayasan milik ”Pak Agung”dan terkait dengan kepemilikan ”Ibu Rista,,.
Publik kini menanti apakah janji “alat yang datang sore ini” benar-benar akan menyelesaikan persoalan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga Gombong. Pasalnya, sebagai bagian dari program strategis, SPPG Ceria seharusnya menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan, bukan justru menjadi sumber polusi bagi pemukiman sekitar.
Tim media akan terus memantau perkembangan di lokasi pada pekan depan guna memastikan apakah sistem IPAL yang dijanjikan telah berfungsi normal atau penyedotan air limbah secara manual masih terus berlanjut.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










